Refleksi tentang Perubahan dan Adaptasi sepanjang Lima Bulan Terakhir

Ternyata “penyakit” malas saya belum sembuh. Sejak tulisan terakhir saya di blog ini lima bulan lalu belum juga ada satu tulisan pun yang saya buat. Hingga sekarang saya tergerak untuk menulis. Meskipun tidak ada ide mengenai isu yang hendak saya tulis.

Ada beberapa perubahan kondisi yang saya alami selama lima bulan terakhir. Pertama, saya sudah yudisium untuk gelar magister sains psikologi. Kedua, saya sudah resmi menikah. Ketiga, saya menjadi tenaga dosen kontrak di sebuah universitas swasta di Surabaya. Dan keempat, saya sedang menekuni profesi sebagai pendamping komunitas di lingkungan perkotaan.

Perubahan kondisi di atas membuat saya perlu beradaptasi dengan tuntutan-tuntutan yang hidup di dalamnya. Sebagai suami, saya perlu menyesuaikan diri dengan nilai-nilai yang dimiliki istri, dengan kepribadian-sifatnya, serta kebiasaan-perilakunya. Sebagai dosen dan pendamping komunitas, saya perlu meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri sehingga menjadi lebih mampu dan terampil. Secara keseluruhan, saya melatih diri untuk menjadi lebih kredibel, dalam peran sebagai suami, dosen, dan pendamping komunitas.

Perubahan dan proses adaptasinya merupakan hal yang tidak mudah untuk dijalani. Ada hal-hal yang perlu “dikorbankan”, yang perlu “diadakan”, dan yang perlu “dikembangkan”. Semua itu membutuhkan enerji dan semangat tambahan, yang tidak jarang memunculkan reaksi-reaksi yang emosional–setidaknya ada rasa kecewa, marah, sedih, senang, puas, penasaran, dan takjub. Tetapi saya bersyukur masih bisa bersyukur, baik dalam kondisi penuh tekanan maupun yang minim tekanan. 

Saya rasa, rasa syukur inilah pembangkit enerji saya. Melalui rasa syukur itu sumber daya enerji yang ada dinetralisir, dan diolah kembali menjadi enerji baru. Lalu, biasanya, rasa syukur itu diikuti oleh sikap yang berserah pada Tuhan. Saya menyadari  adanya keterbatasan di dalam usaha yang saya lakukan, dan saya mengijinkan keterbatasan itu dilengkapi oleh Tuhan–inilah sikap berserah pada Tuhan.

Sekian!

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s