Sekilas Tentang Pertemuan-Pertalian-Perpisahan Sebagai Satu Rangkaian Fase Kehidupan dan Pengaruhnya Terhadap Keyakinan Dalam Banyak Aspek Kehidupan

Pertemuan. Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar kata “pertemuan”? Lebih dalam lagi, dari banyak “pertemuan” yang sudah kalian alami, apa saja emosi-emosi yang tercampur aduk dalam pengalaman tersebut? Pengalaman saat pertama kali atau ke-sekian kali bertemu dengan seseorang yang berarti (atau yang pada akhirnya dimaknai sebagai tidak berarti) dalam hidup kalian. Bagaimana sensasi-sensasi rasa yang kalian alami?

Biasanya, pertemuan berlanjut pada fase pertalian dengan beragam motivasi/tujuan. Fase pertalian juga seringkali diwarnai oleh persepsi dan emosi tertentu yang dilekatkan pada sosok-sosok yang menjadi subjek pertalian. Persepsi dan emosi tersebut juga dilekatkan pada objek pertalian, yaitu kualitas hubungannya. Berdasarkan pengalaman kalian pada fase pertalian, persepsi dan emosi apa yang sudah terbentuk dalam diri kalian? Bagaimana kalian memaknai subjek dan objek pertalian masing-masing?

Fase pertalian tersebut sudah pasti berujung pada perpisahan. Dengan kata lain, seperti kata pepatah, “dalam pertemuan selalu ada perpisahan”. Terima/tidak terima, fakta itulah yang terjadi, bahwa sebuah pertemuan selalu berakhir dengan perpisahan. Kalian percaya bahwa manusia pasti mati? Ya, itulah bentuk perpisahan yang pasti kalian alami, berpisah karena kematian. Apa yang kalian pikirkan dan rasakan ketika membaca “dalam pertemuan selalu ada perpisahan”? Bagaimana kalian memaknai sebuah perpisahan?

Pertemuan-pertalian-perpisahan, tiga fase tersebut menjadi satu rangkaian kehidupan yang pasti dialami semua orang. Satu rangkaian kehidupan itu pasti menyimpan memori-memori tertentu, dalam pikiran dan rasa–sebut saja, kenangan. Setiap orang menyimpan kenangannya masing-masing, ada yang memaknainya sebagai kenangan yang membahagiakan ataupun mendukakan, juga ada yang mengalami perpaduan antara sukacita dan dukacita. Beragam kenangan tersebut, disadari/tidak, ikut berkontribusi terhadap pembentukan keyakinan tertentu dalam diri kalian saat ini. Keyakinan tentang diri sendiri (misal: konsep diri, jati diri, dll), orang lain (misal: stereotipe, prasangka, dll), hubungan antara diri sendiri dan orang lain, bahkan tentang kehidupan, dan Tuhan.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s