Stress Reduction and Relaxation Program (SR&RP) – Mindfulness-based Stress Reduction (MBSR)

Metode intervensi SR&RP dikembangkan oleh Kabat-Zinn dkk (1983) dengan teknik meditasi mindfulness yang disebut Mindfulness-based Stress Reduction (MBSR). MBSR merupakan sebuah program yang menuntun individu agar dapat menghadapi stressor dengan lebih efektif (Matousek; Dobkin & Pruessner, 2010). Program ini telah digunakan sebagai model intevensi non-medis yang bertujuan untuk mengurangi tingkat stress (Kabat-Zinn dalam Klatt; Buckworth & Malarkey, 2008). Kabat-Zinn dalam Matousek; Dobkin & Pruessner (2010) mendefinisikan mindfulness sebagai attention-based strategy yang secara sistematis mengarahkan individu agar fokus pada kesadaran present-moment, dimana pikiran; perasaan; dan/atau sensasi yang muncul ke dalam bidang atensi (attentional field) dikenali dan diterima secara nonjudgemental. Meditasi mindfulness membentuk kesadaran nonjudgemental dari sensasi, emosi, kognisi, dan persepsi, serta menjadi cara untuk mengobservasi pikiran dalam menyaring informasi dari pengalaman internal dan eksternal (Klatt; Buckworth & Malarkey, 2008). Selain itu, tujuan dari meditasi mindfulness adalah untuk mengurangi penderitaan (suffering reduction) dengan mengembangkan ketenangan (equanimity) di dalam pikiran dan tubuh, serta mengembangkan insight mengenai kondisi mental dan fisik yang menghambat kapasitas individu untuk merespon peristiwa dalam kehidupan sehari-hari secara proaktif dan efektif (Matousek; Dobkin & Pruessner, 2010). Dalam penelitian-penelitian sebelumnya yang menggunakan MBRS, ditemukan bahwa teknik ini terbukti efektif untuk mengatasi beragam simptom dan penyakit seperti kecemasan, gangguan binge eating, depresi, kanker, jantung koroner, penyakit kronik, dan gangguan psychiatric (Klatt; Buckworth & Malarkey, 2008). Dari penjelasan-penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa metode intervensi SR&RP dengan menggunakan teknik MBSR berpengaruh pada respon individu terhadap stressor dimana individu tidak merespon stimulus secara impulsif, melainkan secara proaktif, sehingga individu dapat mengambil tindakan yang tepat dan efektif dalam mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh stressor dengan lebih tenang.

Proses intervensi berlangsung selama 8 minggu dengan teknik meditasi mindfulness yang diterapkan baik secara formal—dalam kelas eksperimen, maupun secara informal—dalam aktivitas sehari-hari (Kabat-Zinn dalam Shapiro; Schwartz & Bonner, 1998). Setiap minggunya, partisipan diharapkan mengikuti kelas eksperimen selama 2,5 hingga 3 jam, sedangkan setiap harinya partisipan diharapkan melakukan meditasi mandiri selama 45 hingga 60 menit (Klatt; Buckworth & Malarkey, 2008). Secara garis besar, ada tiga tahapan yang akan dilakukan oleh partisipan, yaitu (1) Sitting meditation, dimana partisipan meningkatkan penyadaran (awareness) dari sensasi tubuh, pikiran, emosi sambil secara terus menerus berfokus pada pernafasan; (2) Body scan, dimana partisipan melakukan gerakan progresif yang memperhatikan bagian tubuh mulai dari jari kaki hingga kepala sambil mengobservasi sensasi pada bagian-bagian tubuh yang berbeda tadi; (3) Hatha yoga, dimana partisipan melakukan peregangan dan memperbaiki postur untuk meningkatkan kesadaran yang lebih kuat, untuk menyeimbangkan dan memperkuat sistem musculoskeletal (Shapiro; Schwartz & Bonner, 1998). Klatt; Buckworth & Malarkey (2008) memasukkan tahapan relaksasi dalam prosedur MBSR modifikasinya yang disebut MBSR-ld (Low-Dose Mindfulness-based Stress Reduction) sehingga tahapannya menjadi: breathing, relaxation, body scans, dan gentle yoga movement. Di luar tahapan-tahapan tersebut, Kabat-Zinn dalam Shapiro; Schwartz & Bonner (1998) menambahkan meditasi lovingkindness dan forgiveness dalam teknik intervensinya.

Referensi:

Klatt, M. D., Buckworth, J., & Malarkey, W. B. (2009). Effects of low-dose mindfulness-based stress reduction (MBSR-ld) on working adults. Health Education & Behavior, 36(3), 601-614.

Matousek, R. H., Dobkin, P. L., & Pruessner, J. (2010). Cortisol as a marker for improvement in mindfulness-based stress reduction. Complementary therapies in clinical practice, 16(1), 13-19.

Shapiro, S. L., Schwartz, G. E., & Bonner, G. (1998). Effects of mindfulness-based stress reduction on medical and premedical students. Journal of behavioral medicine, 21(6), 581-599.

Sumber:

http://ciptarasakarya.wordpress.com/2013/05/29/stress-reduction-and-relaxation-program-srrp-mindfulness-based-stress-reduction-mbsr/

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s