Refleksi Lagu Rindu karya Keris Patih (Kegalauan Tengah Malam, 28/04/2013 pukul 00:30)

Tengah malam ini, untuk menemani perjalanan pulang setelah merampungkan rutinitas keseharian (nyangruk di Warung Oerip 9 a.k.a. Warung Sego Kucing, Tenggilis), playlist sengaja di-setting lagu-lagu melankolis. Salah satu lagu yang aku dengarkan adalah ‘Lagu Rindu’ yang dipopulerkan oleh Band Keris Patih semasa Sammy Simorangkir masih menjadi vokalisnya. Perasaan dan sikapku sepakat bahwa aku sedang merindukan dirinya, pujaan hatiku. Namun ada sedikit keraguan, muncul akibat ulah pikiranku yang bertanya-tanya, “benarkah dia pasangan hidup yang disediakan untukmu?”, “benarkah dia juga menjadi salah satu prioritas dalam hidupmu?”, “bagaimana jika kenyataannya dia sama sekali tidak tertarik kepadamu?”, “pantaskah jika kondisimu menjadi sedemikian galaunya karena dia?”, “benarkah dia adalah sosok yang sangat berarti bagimu?”, “apa yang akan terjadi padamu jika kamu mendapati kenyataan bahwa sebenarnya dia sama sekali tidak menghiraukanmu?”, “bagaimana jika posisi hubungamu dengan dia memang mentok hanya dianggap sebagai ‘saudara’ nya?”, “…..?”, “…..?”, “…..?”, dan banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Jika aku berusaha merenungkan kecenderunganku selama ini, tak dapat dipungkiri bahwa aku membutuhkan sebuah hubungan yang ‘berkasih-kasihan’ dengan seorang perempuan. Namun ketika aku merenungkan lebih dalam, ada sisi lain di dalam diriku yang menganggap tidak butuh kehadiran seorang perempuan sebagai pasanganku. Interaksi antara kedua hasil refleksi tadi, saat ini, aku anggap saling bertolak belakang. Apakah keadaan itulah yang membuatku seringkali merasa galau belakangan ini? Dampaknya cukup mengganggu, bagiku, karena pada akhirnya banyak kali aku menjadi kehilangan fokus; perhatianku tersita pada kegalauan yang aku sendiri tidak tahu, apa manfaatnya? Pertanyaan, “untuk apa aku galau?” masih belum ditemukan jawabannya hingga saat ini.

Akhir dari tulisan ini, selamat menikmati makna dari lirik ‘Lagu Rindu’ tersebut.

Bintang malam katakan padanya
Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi sampaikan padanya
Biar ku dekap erat waktu dingin membelenggunya

Tahukah engkau wahai langit
Aku ingin bertemu membelai wajahnya
Kan ku pasang hiasan angkasa yang terindah
Hanya untuk dirinya

Lagu rindu ini kuciptakan
Hanya untuk bidadari hatiku tercinta
Walau hanya nada sederhana
Ijinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan

Semoga dirinya juga merasakan kerinduan yang sama _/\_

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s