Usaha Mendengarkan Kata Hati, Menjadi Diri Sendiri

Aku masih berkutat di dimensi ketiga. Aku menyadari sebuah tantangan yang harus aku lewati saat ini adalah mendengarkan suara hati dan meyakini pesan yang disampaikan hatiku. Beberapa hari terakhir aku menyadari satu hasratku yang ternyata jauh terpendam di alam bawah sadarku. Hasrat itu cukup menyita perhatianku sehingga aku pun mencoba merasakan dan meyakinkan diri, bahwa hasrat itulah yang menjadi kata kunciku saat ini. Aku putuskan untuk mendengarkan hasratku itu, meyakininya, dan memprogram ulang keyakinanku agar terus menerus meresonansikan getaran hasratku itu, baik ke dalam diri sendiri maupun ke alam semesta, dan Tuhan.

Ketika aku berusaha melihat kondisinya, sepertinya mustahil bagiku untuk bisa merealisasikan hasratku itu. Tapi keyakinan hatiku bahwa hasrat itulah yang merupakan pemenuhan diriku di dimensi tiga ini, menjadi satu kekuatan bagiku. Di samping itu, dalam proses pemenuhan hasrat yang mustahil tadi, aku belajar beriman. Aku yakin getaran yang terus menerus aku resonansikan saat ini tertangkap oleh alam semesta, olehnya, dan oleh-Nya. Semoga Tuhan dan alam semesta merestui (Amin!).

Alasan aku keukeh agar pemenuhan hasratku itu bisa terpenuhi adalah.. I just tried to be myself, I wanna listen to the deepest voices of my soul, and I do believe.. my desire–to love unconditionally–has a sincere purpose. Mulai dari pemenuhan hasrat itu, ketika aku berhasil “menjadi diri sendiri”, aku yakin aku akan mendapatkan kesadaran lebih banyak tentang getaran dimensi tiga dan akhirnya bisa meng-khatam-kannya, kemudian masuk ke dimensi empat.

Benar/salah itu relatif. Pemahamanku tentang hasrat pribadiku adalah demikian adanya. Bagi pembaca yang punya pemahaman lebih mungkin akan menganggap aku salah/benar, semua pendapat itu sah-sah saja. Namun aku tidak akan terlalu menghiraukan pendapat itu, aku lebih memilih mendengarkan diri sendiri untuk mengikuti hasrat itu. Aku yakin kesadaran baru sedang menunggu untuk dibuka, maka dari itulah aku memutuskan dan meyakini bahwa hasrat itulah pintu selanjutnya. Namaste..

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s