Sedikit tentang Perilaku Manusia

Pada postingan kali ini aku akan menuliskan sedikit pemahaman tentang perilaku manusia. Pemahaman-pemahaman tersebut aku dapatkan melalui proses perkuliahan, membaca, dan menyadarinya sendiri. Di Psikologi, studi tentang perilaku menjadi fokus utamanya, yang bertujuan untuk mengenali, mendeskripsikan, mencegah, mengintervensi, dan memprediksi respon-respon manusia terhadap suatu stimulus.

Perilaku dapat terbagi menjadi dua, yaitu perilaku nampak (overt) dan perilaku tak nampak (covert). Perilaku nampak diartikan sebagai respon individu yang dapat ditangkap oleh penginderaan individu lain, sedangkan perilaku tak nampak diartikan sebagai respon individu yang hanya mampu dirasakan oleh individu yang bersangkutan. Dalam prakteknya, perilaku tak nampak seringkali direspon dalam perilaku nampak, entah disadari atau tidak disadari, sehingga dapat dikenali, misalnya kecemasan (perilaku tak nampak) seringkali direspon oleh, salah satunya, tindakan menggigit kuku jari tangan (perilaku nampak). Teknologi yang selalu berkembang juga memungkinkan perilaku tak nampak untuk dikenali, misalnya kecemasan dapat dikenali melalui perubahan gelombang elektromagnetik dalam otak dengan menggunakan EEG (electroencephalography).

Perilaku, selain terbagi menjadi perilaku nampak dan perilaku tak nampak, juga terbagi menjadi perilaku sadar dan perilaku tak sadar. Perilaku sadar diartikan sebagai respon individu yang dilakukan secara sengaja, misalnya ketika seseorang merasa maka dia mencari makanan. Sedangkan perilaku tak sadar diartikan sebagai respon individu yang dilakukan secara refleks atau reaktif/impulsif, misalnya seseorang mengedipkan/menutup mata ketika ada angin yang menerpa wajah. Perilaku sadar dan tak sadar banyak dipengaruhi oleh proses belajar. Ilustrasi yang bisa menggambarkannya adalah ketika seseorang bermain musik. Pada awalnya seseorang menghafalkan tangga nada dan kunci nada (chord) secara sadar, kemudian seiring dengan latihan yang terus menerus dilakukan dia mampu mengenali tangga nada yang keliru atau memindahkan kunci nada, secara refleks.

Secara bentuk, perilaku dapat dibagi menjadi empat, yaitu kognisi, konasi, afeksi, dan fisiologis. Kognisi merupakan bentuk perilaku yang melibatkan kinerja otak, seperti berpikir; mengingat; dan sebagainya. Konasi merupakan bentuk perilaku yang melibatkan gerakan-gerakan fisik, seperti berjabat tangan; berjalan; dan sebagainya. Afeksi merupakan bentuk perilaku yang melibatkan perasaan, seperti senang; takjub; dan sebagainya. Dan fisiologis merupakan bentuk perilaku yang melibatkan respon organ tubuh, seperti detak jantung; volume keringat; dan sebagainya. Dalam berperilaku, individu selalu menunjukkan keempat bentuk tersebut dan keempatnya saling terkait satu sama lain.

Perilaku masih dapat terbagi menjadi beberapa aspek, seperti aktif-pasif; tunggal-rangkaian; dan sebagainya. Namun aku merasa ketiga pembagian di atas sudah cukup membantu kita untuk memahami sedikit tentang perilaku dasar manusia. Jadi, ijinkan aku mengakhiri tulisan ini, dan semoga sedikit pemahaman tersebut bermanfaat bagi anda. Terima kasih.

Salam,
Adi Acong

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s