Tubuh adalah Kendaraan Jiwa

Tubuh adalah kendaraan bagi jiwa. Seperti sebuah mobil yang dikendalikan oleh seorang sopir, begitu pula tubuh dikendalikan oleh jiwa. Segala sesuatu yang dilakukan oleh tubuh berasal dari kehendak atau dorongan jiwa. Kendaraan yang melaju sendiri atau dikendalikan oleh sopir yang ngantuk punya dampak yang berbahaya, misal menabrak apapun yang ada di dalam lintasannya, dan yang paling buruk, dapat merusak properti atau menghilangkan nyawa mahkluk hidup, juga merusak kendaraan itu sendiri. Sama dengan tubuh yang bergerak tanpa jiwa atau dengan jiwa tanpa kesadaran, akan merusak entitas lain yang ada di sekeliling tubuh itu dan merusak tubuh itu sendiri.

Menjadi sopir yang handal dalam mengendalikan kendaraan dimulai dengan mempersiapkan diri untuk belajar menyopir, kemudian belajar mengenali kendaraan yang hendak dikendarai, mengenali lintasan dan medan yang hendak dilalui, dan yang terakhir, gunakan semua hasil belajar yang telah dilakukan. Belajar menyopir diawali dengan memeriksa keadaan diri: kesehatan fisik, kesehatan mata, pengenalan dan pengendalian emosi, dan sebagainya; proses yang sama terjadi di dalam jiwa, periksalah keadaan jiwa sebelum belajar mengendalikan tubuh, sebagai langkah awal: bangunlah! Anthony de Melo selalu menekankan bahwa selama hidup kita menjalani segala aktivitas dengan tertidur, kita bangun tidur di pagi hari dengan tertidur, sarapan (makan) dengan tertidur, berjalan/berkendara dengan tertidur, sekolah/bekerja dengan tertidur, menjalin relasi dengan tertidur, dan sebagainya. Mungkin maksud De Melo dengan kata tertidur adalah tanpa kesadaran penuh, kita bangun tidur tanpa menyadari dengan penuh bahwa kita sedang bangun, kita makan tanpa menyadari dengan penuh bahwa kita sedang makan, kita berjalan/berkendara tanpa menyadari dengan penuh bahwa kita sedang berjalan/berkendara, kita sekolah/bekerja tanpa menyadari dengan penuh bahwa kita sedang sekolah/bekejar, kita menjalin relasi tanpa menyadari dengan penuh bahwa kita sedang menjalin relasi, dan sebagainya. Tanpa kesadaran penuh berarti kita tidak here and now (mindfulness), kita melakukan segala sesuatu dengan pikiran yang melayang ke hal lain, dengan perasaan yang tercampur aduk dengan perasaan atas respon terhadap peristiwa atau pengalaman lain. Di sini aku mengartikan lain sebagai hal-hal di luar aktivitas yang kita lakukan sekarang, saat ini juga. Maka, bangunlah! Lakukan setiap aktivitas dengan kondisi here and now.

Setelah kita bangun dari tidur, langkah selanjutnya untuk memeriksa jiwa adalah mengenali pikiran dan perasaan dalam perilaku, atau mengenali perilaku dan perasaan yang dimunculkan akibat pikiran, atau mengenali perilaku dan pikiran yang dimunculkan akibat perasaan, singkatnya.. kenali perilaku, pikiran, dan perasaan yang muncul dalam menanggapi stimulus. Hasil akhir yang diharapkan dari proses pengenalan ini bukan terletak di pengenalan itu sendiri, melainkan proses integrasi antara perilaku, pikiran, dan perasaan. Idealnya, perilaku-pikiran-perasaan itu sejalan, konflik yang muncul di antara ketiganya ketika menanggapi stimulus merupakan indikasi bahwa integrasi belum terbentuk. Oleh karenanya, proses pengenalan terhadap perilaku-pikiran-perasaan adalah penting untuk dilakukan. Hal yang muncul seiring berjalannya proses pengenalan dan integrasi perilaku-pikiran-perasaan adalah …. entah kata apa yang cocok untuk menterjemahkan maksud yang hendak aku sampaikan, yang pasti akan terjadi proses dimana alam bawah sadar mulai menunjukkan eksistensinya ke alam sadar, segala sesuatu yang selama ini tertidur/terpendam akan menyeruak keluar dari sarangnya. Sebagai tambahan, proses ini juga akan sejalan dengan proses pengenalan kondisi tubuh fisik yang mempengaruhi tubuh eterik, dan sebaliknya.

Selanjutnya adalah proses mengenali lintasan/medan yang hendak dilalui oleh tubuh bersama jiwa. Untuk proses yang ini semoga aku sempat menuliskannya pada postingan berikutnya, jika tidak lupa. Cukup sampai di sini tulisanku pada postingan kali ini, cukup lelah juga kepalaku dalam menuliskan hal-hal di atas. Semoga tulisan yang singkat ini dapat menginspirasi para pembaca yang budiman. Berkah Dalem :)

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s