Belajar Menghayati dan Membumikan Cinta Kasih

Postingan kali ini ingin berbagi bahan kotbah kebaktian minggu, 3 Februari di GKI Jombang. Salah satu nats yang mendasari terambil dari I Korintus 13, dengan judul perikop KASIH.

1) Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. 2) Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. 3) Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.

Ayat-ayat di atas merupakan tiga bagian pertama dari I Korintus 13. Bagiku, ketiganya menekankan pada penting kasih sebagai faktor yang mendasari manusia dalam bertindak. Tanpa dilandasi kasih, segala perbuatan baik adalah sia-sia belaka.

Hal tersebut mengingatkanku pada obrolan dengan Mas Lukito “Mbah” dan Mas Prima. Bahwa segala perbuatan yang kita lakukan tanpa intensi tidak akan membawa dampak. Perbuatan jahat tanpa niat jahat tidak akan mengarah pada karma buruk. Demikian juga dengan perbuatan baik tanpa niat baik tidak akan mengarah pada karma baik. Nampaknya serupa dengan ajaran Islam, adanya niat baik sudah memberikan pahala, apalagi niat baiknya dikerjakan. Serupa juga dengan yang diajarkan oleh Yesus, segala yang terlintas di pikiran punya “harga” yang harus “dibayar”.

4) Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. 5) Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. 6) Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran.  7) Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Empat ayat selanjutnya, menurutku, berbicara tentang pengejewantahan kasih. Siapapun yang (mengaku) mengasihi sesamanya seharusnya juga menerapkan hal-hal yang tertulis dalam ayat-ayat di atas. Seperti halnya ungkapan “iman tanpa perbuatan adalah mati”, kasih pun juga demikian. Tanpa adanya perwujudan yang nyata, kasih itu “mati”, seperti peribahasa “tong kosong nyaring bunyinya”.

8) Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. 9) Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. 10) Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.

Penghayatanku tentang tiga ayat di atas baru saja dicerahkan beberapa bulan lalu. Pada awalnya aku memaknai lenyapnya ketidaksempurnaan sebagai musnahnya manusia. Kemudian Mas Lukito “Mbah” memberikan pemahaman yang berbeda, bahwa ketidaksempurnaan itu lenyap karena disempurnakan oleh kedatangan yang sempurna.

Kasih yang tidak berkesudahan, itulah yang sempurna. Ketika setiap pengetahuan, nubuat, dan karya manusia lainnya dilandasi oleh kasih, semuanya akan disempurnakan secara alamiah. Segala sesuatu yang dihasilkan dengan melibatkan kasih akan bertahan selamanya. Salah satu buktinya terekam dari perjalanan hidup Yesus yang hingga saat ini menjadi teladan orang Kristen, yang menjadi inspirasi Bunda Theresa dalam melayani kaum papa di India.

Postingan ini aku tutup dengan ayat terakhir dari I Korintus 13, yang berbunyi “demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih“. Selamat menghayati dan membumikan cinta kasih agar damai sejahtera selalu melingkupi kita semua. Berkah Dalem :)

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s