Terima Kasih Bunda Maria

Sebagai seorang lelaki, aku akui bahwa aku seringkali berfantasi seksual ketika melihat seorang perempuan. Bahkan aku terjebak dalam candu pornografi. Sesungguhnya aku merasa tidak nyaman dengan kondisiku itu.

Ketika aku mengikuti misa pada kegiatan rekoleksi SDK St. Mary beberapa waktu lalu, akhirnya aku menemukan sebuah dorongan kuat untuk mengatasi tantangan di atas. Dorongan tersebut bukan aku temukan dari kotbah Romo Bruno, atau dari puji-pujian dan doa-doa yang dilantunkan. Sederhana saja, dorongan tersebut muncul dari patung Bunda Maria.

Oh, Bunda Maria, terpujilah Engkau di antara para perempuan. Dari rahimmu dipercayakan kelahiran juru selamat kami, Yesus. Ampunilah aku, dan berdoalah untukku agar aku bisa keluar dari candu ini. Dengan memandangmu, aku segan berpikiran tidak senonoh terhadap perempuan. Wahai perawan Maria yang kudus di antara para perempuan, terima kasih sudah mengajarku untuk hormat kepada perempuan. Ampunilah aku, dan berdoalah untukku agar aku bisa keluar dari candu ini.

Ketika aku memandang patung Bunda Maria di Chapel Resi Aloysii, aku merasa tidak pantas berada di sana. Terlalu sering aku mencemari kesucian perempuan meskipun hanya dalam pikiran. Namun kehangatan kasih Bunda Maria mendorongku untuk tetap di sana, dan merenung.

Oh, Bunda Maria, terpujilah Engkau di antara para perempuan. Dari rahimmu dipercayakan kelahiran juru selamat kami, Yesus. Ampunilah aku, dan berdoalah untukku agar aku bisa keluar dari candu ini. Dengan memandangmu, aku segan berpikiran tidak senonoh terhadap perempuan. Wahai perawan Maria yang kudus di antara para perempuan, terima kasih sudah mengajarku untuk hormat kepada perempuan. Ampunilah aku, dan berdoalah untukku agar aku bisa keluar dari candu ini.

Aku bukan katolik, jadi mohon maaf jika aku keliru dalam menuliskan doa-doa di atas. Aku juga memohon doa para pembaca yang budiman, agar aku bisa lebih menghormati perempuan. Berkah Dalem.

4 thoughts on “Terima Kasih Bunda Maria

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s