Berbagi tentang Keberanian, Percaya pada Tuhan dan Diri Sendiri

Postingan kali ini mau membagikan salah satu materi rekoleksi SDK St. Mary pada tgl 24, 25, 26 Januari lalu di Resi Aloysii, tentang Keberanian. Konten yang tertulis di sini berbeda dengan yang aku sampaikan di depan siswa St. Mary tetapi esensinya sama. Kontennya sengaja aku bedakan untuk menyesuaikan karakteristik penikmatnya (pendengar/pembaca).

To be brave doesn’t mean we do not have any-fear at all. Setiap manusia pasti punya ketakutannya masing-masing, dengan intensitas yang berbeda. Bagi yang merasa tidak punya ketakutan, pikirkan baik-baik. Jika anda sudah “selesai” dengan ketakutan itu, bersyukurlah! namun seganlah dengan pengalaman anda itu, terlebih lagi, bagikanlah pengalaman anda mengatasi ketakutan itu kepada teman anda yang punya ketakutan sama. Sekecil apapun ketakutan anda, faktanya anda punya rasa takut.

Perlu kita ingat, kita tidak punya kuasa untuk menghilangkan rasa takut. Takut adalah perasaan alamiah yang sudah diberikan Allah sebagai alarm agar kita waspada dan berjaga-jaga. Terimalah bahwa anda punya rasa takut namun jangan berhenti di sana.

To be brave is a matter of overcoming our fears. Dulu aku punya ketakutan untuk berbicara di depan umum. Ketika aku duduk di bangku sekolah, sebisa mungkin aku menghindari permintaan guru untuk maju ke depan kelas dan berbicara di depan teman-teman. Banyak alasan yang aku lontarkan, salah satunya ijin ke kamar mandi untuk jangka waktu yang cukup lama sehingga giliranku lewat. Seiring berjalannya waktu, aku sampai pada sebuah momen dimana aku tidak bisa menghindar untuk berbicara di depan umum. Pada momen itulah aku memberanikan diri untuk maju dan berbicara. Sebuah pengalaman yang “mengerikan” kala itu, jantungku berdetak kencang; seluruh tubuh terasa dingin; keringat keluar begitu rupa, rasanya seperti mandi keringat; dan tubuh gemetaran. Meskipun proses berbicara di depan umum itu menjadi kacau balau, setidaknya aku berhasil mengatasi ketakutanku, aku menjadi berani berbicara di depan umum hingga saat ini.

Kita semua memiliki seribu satu alasan untuk menghindar dari ketakutan. Namun ingatlah, ada sebuah titik dimana kita harus memilih untuk menghadapi rasa takut itu. Hadapi saja! Ketika kita berhasil mengatasi rasa takut yang ada, itulah keberanian, kita akan merasakan; melihat; dan menikmati dampaknya.

If we overcame our fears, we would revealed our hidden potential. Sadar atau tidak, ketakutan yang kita miliki sudah menghambat proses perkembangan diri kita. Rasa takut itu terus mendorong kita untuk menghindar; membuat kita enggan untuk mengambil langkah maju. Alhasil, kita “diam di tempat” atau “berputar-putar” saja, padahal ada tujuan yang hendak kita capai. Berhentilah “diam dan berputar”, beranikan diri mengambil langkah kecil untuk maju. Seringkali berani itu sama dengan nekad, bedanya hanya pada kesadaran akan resiko/konsekuensi yang mungkin terjadi.

Setelah aku memberanikan diri untuk mengatasi ketakutanku tadi, saat ini aku menyadari bahwa ada keasyikan tersendiri ketika berbicara di depan umum. Aku merasakan kepuasan batin ketika aku bisa berbagi pengetahuan/pengalaman/keterampilan kepada orang lain. Aku juga berpikir, inilah potensiku yang akhirnya keluar setelah aku berhasil mengatasi ketakutan yang ada.

How to overcome our fears? Sederhana saja, langkah pertama adalah percayalah pada Tuhan, kemudian percayalah pada dirimu sendiri. Ketika kita dihadapkan pada pilihan untuk “melampaui” ketakutan, di sanalah ujian atas kepercayaan kepada Tuhan dan diri sendiri juga terjadi. Berserahlah pada Tuhan, perkuat keyakinan terhadap diri sendiri, kemudian.. selamat berjuang dan semoga kita menemukan potensi kita yang tersembunyi sehingga kita bisa makin berkembang dan mencapai tujuan.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s