Bahagia itu Tidak Ada, Susah pun Tidak Ada: Nikmatilah Hidup!

Beberapa waktu lalu aku sempat berkomentar demikian kepada salah satu teman di FB, “kebahagiaan itu tidak ada; kesusahan pun tidak ada, yang ada hanyalah pengalaman/peristiwa, maka nikmatilah prosesnya”. Sesungguhnya makna dari ucapanku tadi bukan sekedar meniadakan (atau menganggap tidak ada) kebahagiaan/kesusahan. Keduanya merupakan buah pemaknaan kita terhadap pengalaman/peristiwa yang kita alami. Sebuah kesimpulan dari proses mempersepsi pengalaman/peristiwa.

Seringkali kecemasan kita akan kebahagiaan/kesusahan membuat kita tidak bisa menikmati setiap detik pengalaman/peristiwa yang ada. Menurutku, itu malah membuat kita kehilangan momen indah di dalamnya. Ada banyak keindahan hidup yang akan terlewatkan begitu saja. Sialnya, bisa-bisa hidup kita malah dirundung kecemasan dan kegalauan.

Belajar menikmati hidup merupakan hal sederhana, namun seringkali menjadi rumit. Menurut anda, siapa yang memperumit? Jujur saja, diri kita sendiri, bukan? Melalui persepsi yang sudah kita bangun (atau secara tak sadar terbangun).

Postingan ini bukan bermaksud menggurui anda. Aku hanya berusaha mengajak anda untuk menikmati hidup. Karena aku yakin bahwa di setiap jengkal kehidupan kita terselip banyak keindahan. Sayang sekali jika keindahan itu terlewatkan begitu saja oleh sebab kecemasan yang kita buat. Maka belajarlah untuk berpikir sederhana, nikmatilah hidup.

Sebelum postingan ini aku akhiri, perlu diperhatikan bahwa menikmati hidup tidak sama dengan hidup seadanya atau sekedar bersenang-senang. Tentu ada tanggungjawab dari setiap peran yang kita mainkan dalam hidup ini. Menikmati hidup adalah menjalani hidup dengan penuh penghayatan. Misalnya menikmati makan, berarti kita makan dengan penuh penghayatan. Melalui penghayatan dalam hal makan, kita akan menemukan indahnya proses makan yang terjadi. Di sana kita bisa melihat keajaiban perbuatan Allah. Maka, sekali lagi, nikmatilah hidup.

5 thoughts on “Bahagia itu Tidak Ada, Susah pun Tidak Ada: Nikmatilah Hidup!

  1. ass.. knp gw sejak kecil nasib gw sial. gw saat msh kecil sering sakit sakitan shg fisik jadi lemah. hal itu bikin gw kalau sekolah, kerja, olahraga, bergaul dll gw jadi bahan ejekan org. gw di kampung sering dibenci dan dimusuhi teman. sering dijelekin dan difitnah tetangga. gw tdk tau penyebab nya. mungkin krn gw bukan warga asli dari kampung itu. tp gw dari luar kampung. gw kerja di perantauan sering dijahati org dan sering ditolak cewek. pdhl gw selalu baik, jujur dan sering menolong org. gw pulang kampung nganggur dan jomblo sangat sangat lama sekali tp tdk ada yg mau menolong, tp org2 malah anggap hdup gw enak tiap hari cuma makan dan tidur. yg bikin gw mengalami nasib spt ini krn gw bodoh dan lemah shg gw jadi sasaran empuk org2 jahat. gw gini gini juga manusia bukan sampah. gw juga bsa marah dan sakit hati. gw juga punya harga diri. dulu gw saat msh krja, gw sering memaafkan org yg berbuat jahat kpd gw, tp stlh nganggur gw sulit memaafkan org krn gw tiap hari marah marah. dlm hati gw cuma ada kebencian dan dendam.

    • dari cerita anda, saya menangkap bahwa apa yang telah anda alami tersebut jauh berbeda dari harapan anda, bahkan ketika anda sudah berbuat sebaik-baiknya pun, respon orang² yang ada di sekitar anda tidak berubah bahkan makin menjadi, dan anda merasa sangat marah.. apakah benar?

  2. Menjadi bahagia itu sebetulnya sederhana. Sekalipun anda bukan orang terkenal, bukan orang kaya, tak punya mobil berjejer-jejer atau uang segudang, anda tetap bisa bahagia. Ada cara-cara simpel untuk menjadi bahagia yang bisa dilakukan oleh siapapun. Tak terkecuali oleh Anda tentunya. Bahagia adalah hak setiap orang ….

    5 Cara Sederhana untuk Merasa Lebih Bahagia
    http://ow.ly/uSb6u

    #SHARE2JOY (~_~) SEMOGA MEMBERI MANFAAT

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s