Dari Jurang Keterpurukan, Ku Temukan Jalan Terang

Pada postingan kali ini, aku akan berbagi sedikit pengalamanku terkait kebangkitanku dari kegagalan. Harus diakui bahwa sampai tulisan ini dibuat, belum banyak keberhasilan yang aku capai, namun sedikit banyak ada perubahan besar dalam caraku menyikapi kegagalan. Lebih dari itu, aku menemukan sebuah jalan spiritual yang sangat membantuku dalam mengembangkan diri dan mencapai titik transpersonal. Puji Syukur pada Allah!

Berkat kegagalan yang aku alami, kesadaran demi kesadaran dibukakan oleh alam semesta kepadaku. Salah satu dasar yang seharusnya dipahami oleh banyak orang, bahwa kegagalan itu memang sengaja terjadi agar kita memampukan diri untuk melihat “terang” dibaliknya. Kegagalan memberiku pemahaman, ada tujuan mulia yang sedang Allah kerjakan di sana. Aku ingin membagikan sebuah pernyataan klise, “di balik kegagalan ada keberhasilan (yang tertunda)”. Ketika kita bisa memaknai kegagalan itu dengan bijak, ada sebuah nilai tertentu yang bisa kita ambil darinya. Melalui kegagalan disediakan batu pijakan bagi kita untuk melangkah ke depan. Batu pijakan tersebut adalah hikmah, pencerahan, harapan.

Hikmah. Kata tersebut banyak kita dengarkan, entah melalui ceramah-ceramah keagamaan, melalui nasehat yang diberikan teman dekat dan keluarga, dan darimana pun, oleh siapapun. Namun hanya orang yang benar-benar mampu memaknai hikmah secara mendalam yang akan menemukan pencerahan dibaliknya. Ketika hikmah dianggap sebagai sebuah kata yang diucapkan/didengarkan dengan sambil lalu–masuk telinga kanan; keluar telinga kiri, rasanya akan tanpa makna, hambar. “Ambil hikmahnya” bukan sekedar kata-kata penghiburan/motivasi, namun hanya menjadi ala kadarnya jika kita hanya melihat hikmah tanpa mau mengambilnya. “Ambil hikmahnya” membutuhkan kesediaan kita untuk mengakui dan menerima kenyataan, sepahit dan sesakit apapun itu. Cara sederhana untuk mengambil hikmah adalah dengan mengubah persepsi kita atas kenyataan. Kitalah yang mempersepsikan sebuah kenyataan itu pahit dan menyakitkan. Faktanya, sekaligus tantangannya, kita terbiasa untuk berpersepsi “negatif” terhadap kenyataan yang mengaburkan harapan kita sehingga cara yang sederhana pun akan menjadi sangat kompleks. Saya tidak akan memberikan tips mengenai cara mengubah persepsi menjadi lebih positif karena saya yakin bahwa kita sudah mengetahuinya, PR-nya adalah take action!

Pencerahan. Di atas aku menuliskan “hanya orang yang benar-benar mampu memaknai hikmah secara mendalam yang akan menemukan pencerahan dibaliknya”. Dengan kata lain, hanya orang-orang yang mampu mengambil hikmah yang akan menemukan jalan keluar dari kegagalannya. Ketika kita menemukan pencerahan di balik kegagalan yang kita alami, niscaya kita akan merasakan adanya harapan baru. Pencerahan yang kita dapatkan akan membuat kita tersenyum ketika mengingat kembali kegagalan demi kegagalan yang pernah kita lalui. Sebuah kejanggalan jika kita tersenyum ketika mengingat kegagalan, namun itulah kenyataannya. Bukankah tersenyum adalah sebuah ungkapan yang baik dan menyenangkan? Tapi jangan berusaha untuk tersenyum, lakukanlah itu dengan ketulusan batin. Dalam konteks ini, aku memaknai kata “berusaha” sebagai sebuah tindakan yang kosong karena usaha tanpa niat tidak akan membuahkan hasil, sia-sia.

Harapan. Tidak banyak yang bisa aku tuliskan tentang harapan. Jika kita sudah mampu melihat harapan, kita akan melihat terang. Langkah kita dalam menapaki masa depan akan lebih mantab, bukan hanya terasa. Harapan seperti sebuah nyala lilin, maka jagalah terus menyala dengan selalu menyediakan minyaknya. Darimana minyak tersebut? Tentu saja dari Allah.

7 thoughts on “Dari Jurang Keterpurukan, Ku Temukan Jalan Terang

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s