Kegalauan Subuh Ini (31 Juli 2012)

Sungguh unbelieveable, beberapa minggu terakhir saya bisa berdekatan dengan seorang wanita yang sudah lama menarik perhatian saya. Awalnya kami bertemu untuk membicarakan program capacity building POINTER, namun saya merasakan sesuatu yang berbeda. Waktu itu saya sendiri belum mengetahui perasaan saya yang sesungguhnya, belakangan saya baru menyadari bahwa yang aku rasakan itu cinta.

Masa-masa awal kami berdekatan saya merasa bahwa segala sesuatunya berjalan dengan baik. Kami membuat beberapa kali appointment, beberapa kali nonton dan makan bersama. Sejujurnya saya sangat menikmati saat-saat tersebut. Dan rasanya, dia merasakan hal yang sama. Kami sama-sama menikmati saat-saat bersama tersebut.

Hingga beberapa waktu belakangan saya merasa kikuk ketika bersama dengan dia, sehingga interaksi di antara kami terganggu. Pada awalnya saya terheran-heran, tidak biasanya saya jadi kikuk, mengingat pada pengalaman sebelumnya interaksi kami baik. I thought, I’m getting nervous. Unfortunately, I’m late to recognize that I fall in love with her. Saat ini relasi kami, sepertinya, merenggang.

Ketika tulisan ini dibuat, saya sedang tidak bisa tidur seharian. Pikiran saya melayang pada kelanjutan relasi kami, pikiran saya tertuju kepadanya. Besar harapan saya untuk bisa melanjutkan relasi kami ke jenjang yang lebih serius, namun dia belum siap. Melalui kesaksiannya, dia masih merasakan trauma karena beberapa bulan lalu dia baru saja ditinggalkan oleh kekasihnya.

Seharian ini saya berpikir, ada beberapa hal yang saya dapatkan dan akan saya utarakan kepadanya, segera. Saya berharap keputusan saya ini tepat. Terlebih lagi, setelah percakapan ini, relasi di antara kami bisa membaik kembali. Saya tidak mau lagi mencari wanita lain karena saya lelah untuk melakukan hal tersebut. Saya mau menjadikan dia wanita terakhir dalam hidup saya, sekaligus satu-satunya wanita yang akan menjadi pendamping hidup saya.

Sebagai manusia biasa, saya merasa lemah. Saya tidak mampu mengatasinya sendiri tanpa pertolongan Tuhan. Semalaman ini saya terus melantunkan doa kepada Tuhan, saya berharap agar Tuhan mau melunakkan hatinya. I’m crazy in love, that’s true.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s