Sejarah Blogging Saya: Dari Iseng Menjadi Passion

Tulisan ini dapat dikatakan lanjutan atau malah edisi sebelum tulisan sebelumnya (ahh, terlalu bertele-tele, LOL). Jadi, pada tulisan kali ini saya akan menceritakan sebuah sejarah. Sejarah tentang awal mula kegiatan blogging yang saya lakukan ini. Bagi saya, ini penting untuk disampaikan agar kita bisa sama-sama belajar bahwa sebuah passion dapat dimulai dari satu titik sederhana, berupa keisengan.

Kalau saya tidak salah mengingat, saya mulai melakukan aktivitas blogging ini pada tahun 2006. Pada waktu itu, saya membuat blog untuk pertama kalinya di Friendster–salah satu media sosial yang pernah booming sebelum Facebook & Twitter. Tulisan yang saya buat masih seputar curhatan layaknya anak ABG, bahkan sampai sekarang pun demikian, bukan? LOL. Setelah menulis di Friendster, saya mulai merambah ke Blogspot (akun tersebut sudah suspended), kemudian ke WordPress (yang sampai sekarang masih aktif). Tahun lalu, saya sempat membuat akun di BlogDetik dan Tumblr, sayangnya saya tidak begitu aktif di keduanya.

Pertama kali saya nge-blog saya dihasut oleh seorang kawan di perkuliahan, saya biasa memanggilnya ”Mbah”. Sebut saja ”Mbah” ini dengan nama samaran: Gregorius Lukito Pramuhardi. Meskipun beliau sudah menghasut saya, patutlah saya beri penghargaan dengan memberikan nama samaran yang bagus, LOL. Siapa beliau? Beliau hanya seorang mahasiswa biasa, sama seperti saya. Bedanya, beliau angkatannya lebih tua jauh (sekitar dua-tiga tahun) dari saya, tapi belum lulus juga–pada waktu itu. Singkat cerita, hasutan Mbah Greg ini berhasil, buktinya saya masih nge-blog sampai sekarang. Thank you, Mbah! LOL.

Beberapa lama dihasut oleh Mbah Greg, beliau juga menghasut beberapa rekan lain untuk membuat sebuah kompetisi blog (yang tidak pernah menjadi bergengsi, hingga saat ini, LOL). Peminatnya memang tidak banyak, sekitar 8-10 blogger, yang semuanya pemula, kecuali Mbah Greg. Tulisan yang kami angkat seputar kehidupan pribadi yang berkaitan dengan kampus. Meskipun kompetisi ini tidak pernah menjadi bergengsi, pada kenyataannya kompetisi ini pernah berlangsung tiga kali (2006, 2007, dan 2008). Dan bagi kami, itu prestasi yang luar biasa, LOL.

Kemudian, setelah rangkaian kejadian itulah, saya makin cinta dengan aktivitas blogging ini. Pada akhirnya, menulis (nge-blog) menjadi salah satu passion dalam hidup saya. Dalam akun saya di WordPress, saya pernah membuat sebuah tagline: ”Aku Menulis, Maka Aku Ada”. Tagline tersebut menunjukkan seberapa besarnya peran menulis dalam hidup saya.

Akhir kata, sebelum mampu menulis dengan baik, jadilah pembaca yang baik! jadilah observer yang baik! jadilah pendengar yang baik! dan gunakan setiap penginderaan yang dianugerahkan Tuhan dengan baik! Sekian, Tuhan memberkati!

PS: Thanks to Mbah Gregorius Lukito Pramuhardi.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s