Refleksi: Pengalaman Pertama Dijadikan Pelayan Tuhan

Hari ini, di GKI Jombang, berlangsung dua peneguhan pada kebaktian minggu. Kebaktian pagi, ada peneguhan penatua periode 2012-2015. Sedangkan pada kebaktian sore, ada peneguhan pengurus Komisi Remaja periode 2012-2015. Keduanya punya makna bagi saya. Namun peneguhan sebagai pengurus Komisi Remaja memiliki makna tersendiri. Di Komisi remaja inilah untuk pertama kalinya saya berkarya dalam jalan Kristus.

Tahun 2003. Ya, kalau saya tidak salah mengingat di tahun itulah untuk pertama kalinya saya mendapatkan tawaran menjadi pengurus Komisi Remaja. Saya tidak begitu mengingat tahun berapa saya diangkat, saya hanya mengingat waktu itu saya duduk di bangku SMA, peralihan kelas 1 ke kelas 2. Masalah waktu itu tidak begitu penting untuk kita bahas, karena bagi saya yang terpenting adalah pengalamannya, bukan bilamananya. Right? Baiklah, kembali lagi. Pada waktu itu, Ko Fendrik–beliau adalah salah satu senior saya–menanyakan: “apakah kamu mau jadi pengurus KPR (pada waktu itu disebut demikian, kepanjangan dari Komisi Pemuda Remaja)?” Saya sangat terkejut, ya, sejujurnya saya tidak percaya. Saya bukan apa-apa, bukan remaja yang punya bakat tertentu, bukan juga remaja yang orangtuanya berjemaat di sana (lebih tepatnya, saat itu orangtua saya belum menjadi Kristen), dan bukan-bukan yang lain. Saya berusaha untuk menolak tawaran tersebut dengan mengatakan: “aku ndak bisa apa-apa, Ko, yang lain aja ya”. Tapi beliau berusaha meyakinkan saya. Pembaca sekalian tahulah bagaimana cara meyakinkan orang yang berusaha menolak dengan jawaban tadi, seperti “yo ndak apa-apa, yang penting kamu mau, kan bisa belajar”. Right? Ya, begitulah beliau berusaha meyakinkan saya. Dan pada akhirnya, saya pun meng-IYA-kan tawaran tersebut.

Bagi saya, pengalaman tersebut luar biasa. Saya yang bukan siapa-siapa, bisa-bisanya mendapatkan tawaran menjadi pengurus Komisi Remaja. Ya, karya Tuhan sungguh luar biasa, tiada seorangpun yang menyangka. Memang karya Tuhan dalam pengalaman saya tersebut tidak seluar biasa karya penyelamatan-Nya di kayu salib. Tapi, paling tidak, keduanya memiliki benang merah yang sama. Karya-karya tersebut semuanya atas inisiatif Tuhan. Allah mengutus Yesus untuk menjalani penderitaan dan kematian di kayu salib bagi kita, manusia yang bukan siapa-siapa dan tidak ada apa-apanya. Saya yang bukan siapa-siapa dan tidak apa-apanya ini juga diberikan mandat untuk mengerjakan tugas pelayanan-Nya di dunia. Saya memang bukan Yesus yang merupakan citra Allah sendiri, saya hanya manusia biasa yang berusaha untuk menjalani hidup seperti Kristus.

Kehidupan saya setelah diangkat menjadi pengurus Komisi Remaja berjalan seperti biasa, tidak ada perubahan yang signifikan. Saya masih suka mengumpat, masih bandel: seringkali acuh tak acuh terhadap nasehat orangtua, dan kenakalan remaja lain. Namun satu hal yang mulai berubah, secara perlahan saya mengarahkan hidup saya kepada Tuhan: mau melakukan saat teduh, membaca Firman Tuhan (meskipun waktu itu belum melakukannya, LOL), mengikuti kegiatan gerejawi, dan lain sebagainya. Puji Tuhan, perlahan hidup saya pun mulai diperbaharui, setahap demi setahap, bahkan hingga tulisan ini dibuat saya masih menjalani hidup yang terus diperbaharui oleh Tuhan.

Tulisan ini akan diakhri dengan ucapan selamat kepada adik-adikku yang tadi sore diangkat menjadi pengurus Komisi Remaja periode 2012-2015. Kepada: Hezkia, Tata, Lolo, Rosi, Titi, Doni, Feni, Yohana, Even, Reson, Habel, Robi, Rizky, dan Bayu. Selamat melayani Tuhan dengan bentuk yang berbeda, namun satu yang harus tetap dipertahankan: HATI yang sedia melayani. Tuhan memberkati!

PS: Sejujurnya, sebelum tulisan ini dikerjakan, kerangka berpikirnya berbeda, namun hasilnya seperti ini, LOL. But, semoga memberikan inspirasi bagi pembaca sekalian.

2 thoughts on “Refleksi: Pengalaman Pertama Dijadikan Pelayan Tuhan

  1. Itulah artinya “Aku di tangan Sang Penjunan”…..dan pemanggilan itu bukan sebuah kebetulan…kesediaan untuk terus dibentuk melalui berbagai pengalaman pelayanan itulah yang membuat kita semakin mengerti apa tujuan hidup kita…dan ketika pelayanan tidak dianggap sebagai beban…percayalah ada banyak berkat2Nya yang sudah disediakanNya bagi kita…..nunut ucapan selamat juga ya….buat adik2 KPR…maju terus melayani Tuhan…dan jadikan masa muda kalian menjadi masa2 yang menyenangkan ketika ada kesempatan untuk boleh melayaniNya…. Terus berkarya bagi kemuliaan namaNya….

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s