Keluar Dari Zona Nyaman, Why Not?

Sore tadi saya memberikan komentar atas tulisan kawan saya di Twitter.

Ya, kami sedang membicarakan tentang zona nyaman. FYI, zona nyaman merupakan sebuah keadaan dimana kita merasa bahwa kita sudah berada pada kondisi yang ideal. Kebanyakan dari kita (ketika berada pada zona nyaman) tidak ingin beranjak lagi dari zona nyaman tersebut. Ketika kita sudah puas dengan jabatan pekerjaan yang kita miliki atau puas dengan penghasilan yang kita dapatkan, sehingga kita tidak lagi tertarik untuk lebih berprestasi dalam pekerjaan, di situlah kita sedang menikmati zona nyaman.

Sesungguhnya, tidak salah bila kita bertahan pada zona nyaman. Namun demikian, zona nyaman ini bisa menjadi bumerang ketika kita tidak peka terhadap perubahan di sekitar kita. Ya, perubahan pasti terjadi, terlepas dari kesiapan kita menerimanya. Dan ingatlah! bahwa orang-orang di sekitar anda, yang siap menghadapi perubahan–bisa jadi sudah selangkah di depan anda, atau bahkan sudah jauh melangkah mendahului posisi anda. Bayangkan! orang lain sudah melangkah jauh di depan anda, sedangkan anda masih berleha-leha menikmati zona nyaman. Bagaimana perasaan anda?

Memang, ketika kita memutuskan untuk keluar dari zona nyaman, kita akan menghadapi hal-hal yang tidak menyenangkan (namanya juga keluar dari zona nyaman = zona tidak nyaman). Bila saya menggunakan ilustrasi jabatan pekerjaan atau penghasilan di atas tadi, maka hal tidak menyenangkan yang bisa saja kita hadapi untuk memperoleh jabatan pekerjaan atau penghasilan yang lebih baik adalah melakukan pekerjaan dengan bobot yang lebih berat, melakukan kerja lembur, dan lain sebagainya. Pertanyaannya: maukah kita menghadapinya? (bukan mampukah kita, karena saya percaya kita pasti mampu, ketika kita mempunyai kemauan, dan tentunya usaha).

Saya punya beberapa tips agar kita bisa menghadapi tantangan ketika keluar dari zona nyaman (dan masuk dalam zona tidak nyaman). Pertama, berdoalah kepada Tuhan! mintalah kesabaran, kemampuan, kekuatan, tuntunan, atau apapun yang kita butuhkan untuk menghadapi hal-hal tidak menyenangkan tersebut. Kedua, berbagilah kisah dengan mentor, teman, orang tua, atau siapapun yang kita anggap mampu membantu proses kita keluar dari zona nyaman. Ketiga, evaluasi diri, pada bagian mana kita merasa sangat susah untuk menghadapi tantangan tersebut, dan berikan perhatian khusus kepada kesulitan tersebut. Hmm.. Cukup sekian dari saya, bila ada dari rekan-rekan pembaca yang ingin menambahkan tips-tips untuk keluar dari zona nyaman, silahkan dicantumkan pada kolom komentar di bawah tulisan ini. Terima kasih, Tuhan memberkati!

One thought on “Keluar Dari Zona Nyaman, Why Not?

  1. Kalau kita sudah memutuskan untuk keluar dari zona nyaman, be konsisten with that. Saat kesulitan datang, ingat-ingat lagi tujuan akhir yang maw kita capai saat kita memutuskan untuk keluar dari zona nyaman. Selamat berjuang :)

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s