Makin Sering Ibadah, Makin Spiritual?

Tulisan kali ini terinspirasi dari kejadian yang baru saja saya alami. Di toko sedang ada pembeli yang tawar menawar dengan saya dan mama. Ketika hendak closing, papa mengambil alih, dan seketika pembelinya membatalkan dulu transaksinya. Entah setan apa yang merasuki papa (padahal beliau juga baru saja pulang dari gereja), beliau ngamuk ke kami (saya dan mama). Bahkan sampai tulisan ini dibuat, tingkat agresivitas papa “tinggi”. Beliau membanting pintu, meletakkan piring dan gelas dengan keras, dan sebagainya.

Lalu, kaitannya dengan judul tulisan ini, apa? Kalau boleh saya bersaksi, papa termasuk orang yang rajin ke gereja, rajin berdoa, dan rajin baca Firman Tuhan. Siapa yang tidak senang melihat orang yang kekasih bisa nampak spiritual seperti itu? Ya, semua orang pasti senang, saya pun juga senang. Sayangnya itu seringkali nampaknya saja spiritual, sedangkan dalam hidup keseharian? Sama saja seperti manusia yang tidak mengenal Tuhan (hmm.. padahal yang tidak ber-Tuhan saja bisa lebih baik lho).

Saya minta maaf jika tulisan saya kali ini menyinggung anda sekalian yang juga nampaknya spiritual tapi dalam hidup keseharian sama sekali tidak spiritual. Anda yang setiap hari seolah-olah berjumpa dengan Tuhan dalam doa, rajin membaca Firman Tuhan, bahkan ketat dalam melakukan ritual-ritual lainnya. Namun dalam hidup keseharian, anda suka melampiaskan kemarahan seperti kesetanan, anda gemar memaki-maki orang lain, anda menggunjingkan orang lain di belakangnya, dan lain sebagainya. Layakkah anda disebut memiliki spiritualitas?

Sekian tulisan saya, Tuhan memberkati!

2 thoughts on “Makin Sering Ibadah, Makin Spiritual?

  1. Ya itu lah Cong….kalo ibadah hanya dianggap sebagai rutinitas dan lebih mengenaskan lagi kalo beribadah hanya supaya dianggap/dilihat orang kita orang yang saleh,beriman……makanya kita bisa melihat buahnya…biasanya mmg itu hanya sebagai pembungkus kulit luar….padahal makna ibadah yang sesungguhnya adalah ttg perubahan,karena ketika kita berjumpa dengan Tuhan ada sesuatu yang diubahkan,dan yang penting lagi…orang2 di sekitar kita dapat merasakan perubahan itu….hidup kita tidak pernah sama lagi…kalo tidak/belum ada perubahan maka lebih baik kita mengoreksi diri,sebenarnya selama ini siapa yang kita jumpai dalam ibadah….

    • Can’t agree more..

      “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri”–Galatia 5 : 22 – 23b

      Menurutku, spiritualitas itu terwujud nyata dalam kehidupan seperti yang disebutkan di Galatia tadi.. Tuhan memberkati, Ce :)

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s