Berdoalah! Namun Jangan Mencobai Tuhanmu

Kali ini saya mendapat inspirasi menarik selepas meninggalnya Pdt. Henoch Kusuma–beliau dikenal sebagai pendeta Gereja Bethany Jombang. Saya tidak mengenal Pdt. Henoch Kusuma namun saya mengetahui banyak cerita tentang beliau. Dan salah satu cerita itulah yang menjadi inspirasi dalam tulisan saya kali ini.

Hmm~ ketika akan menulisnya, ada keraguan dan ketakutan. Ragu, apakah cerita tersebut benar atau salah. Dan takut, bila ada pihak-pihak yang pada akhirnya mencaci maki ketika nyatanya cerita tersebut salah. Jadi, dengan segenap hati saya ingin memohon maaf dulu bila ada kekeliruan. Namun demikian tujuan dari tulisan ini adalah baik, untuk membantu kita sekalian agar bisa hidup sehat secara benar.

Pdt. Henoch, beliau meninggal karena kanker yang diidapnya, kabarnya cukup parah. Beberapa kali beliau sempat berobat ke luar negeri, melakukan pemeriksaan kesehatan dan kemoterapi. Saya sendiri sering mendengar kesaksian beliau di sebuah radio Kristen yang berdomisili di Surabaya, beliau punya keyakinan bahwa sakit penyakitnya ini makin hari makin membaik. Alangkah terkejutnya saya ketika mendengar berita berpulangnya Pdt. Henoch pada hari senin lalu (12/3).

Sepeninggalan Pdt. Henoch, saya mendengar rumor bahwa ketika beliau sakit, beliau sama sekali tidak berpantang. Pdt. Henoch masih mengkonsumsi apa saja yang beliau inginkan, seperti buah durian, sate kambing, dan sebagainya. Tentu saja saya terkejut karena seseorang yang sedang mengidap penyakit cukup serius biasanya berpantang makan ini dan itu.

Saya juga mendengar rumor bahwa Pdt. Henoch tidak berpantang karena beliau berkeyakinan bahwa setiap makanan dan minuman yang dikonsumsi sudah dikuduskan (dinetralkan) oleh Tuhan, ketika kita berdoa sebelum makan. Bagi saya, keyakinan itu tidak salah, namun bisa menjadi bumerang bagi kesehatan kita ketika apa yang kita makan tidak menyehatkan. Apalagi jika kita sudah divonis mengidap penyakit tertentu–seperti diabetes, dan dianjurkan untuk berpantang oleh dokter. Ketika kita melanggar pantangan tersebut, bukankah kita sedang berusaha bunuh diri dengan semakin merusak kesehatan kita. Saya harap kita mau membuka diri terhadap statement saya tersebut.

Doa memang penting, dan kuasanya dahsyat ketika kita beriman. Amin! Tapi, bukankah kita jadi mencobai Tuhan ketika kita bukannya memperkuat ”kelemahan” kita, malah memperlemahnya. Bagi saya, itu mencobai Tuhan. Dan, bukankah Tuhan tidak suka dengan ikhwal mencobai diri-Nya.

Akhir kata, ketika kita sedang menghadapi pergumulan terkait sakit menyakit/apapun juga, berdoalah! minta pertolongan dan belas kasihan Tuhan. Namun ingat! ketika kita sudah berdoa, jauhkanlah diri kita dari niatan untuk mencobai Tuhan. Tuhan memberkati!

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s