Kehendak Tuhan Dalam Kesehatan Kita

Setelah men-share tulisan terakhir saya yang berjudul: “Diskusi Bersama Bapak-Bapak di Gereja: Tentang Hidup Sehat (Jaga Pola Makan atau Rutin Olahraga?)” di Facebook, beberapa rekan memberikan komentar yang bisa ditarik benang merahnya, yaitu tentang nasib / kehendak Tuhan. Saya sendiri lebih sepakat dengan istilah kehendak Tuhan daripada nasib. Karena nasib seringkali diartikan sebagai keadaan yang tidak mungkin diubah kembali, sehingga banyak orang pada akhirnya menyerah dengan keadaan tersebut. Sedangkan kehendak Tuhan memang mengandung pengertian yang hampir sama, yaitu sebuah keadaan yang sudah dirancangkan Tuhan bagi kita. Namun Tuhan masih memberikan pilihan kepada kita untuk mau menjalankan kehendak Tuhan atau tetap menjalankan kehendak sendiri. Istilah kehendak Tuhan memang mengharapkan kita untuk mau pasrah terhadap rancangan Tuhan bagi kita tapi bukan menyerah terhadap keadaan. Meskipun ada kehendak-kehendak Tuhan yang mau tidak mau harus kita hadapi, yaitu kelahiran dan kematian.

Pada tulisan saya sebelumnya, yang membahas tentang gaya hidup sehat. Saya mengakhiri tulisan tersebut dengan menuliskan bahwa ada tiga soko guru dari gaya hidup sehat: 1) menjaga pola makan, 2) rutin berolahraga, dan 3) istirahat yang cukup. Karena saya menyebutnya soko guru, maka ketiganya menjadi satu kesatuan yang utuh, yang bila diabaikan salah satunya, gaya hidup sehat yang kita jalani patut dipertanyakan. Lambat laun kita akan menyadari bahwa gaya hidup yang kita jalani bukannya membawa pada kesehatan melainkan membawa kita pada sakit penyakit. Jadi, ketiga gaya hidup tersebut harus dijalankan semuanya.

Nah, rekan-rekan saya berkomentar di facebook, mereka mengingatkan saya akan peran kehendak Tuhan. Ya, saya percaya bahwa kehendak Tuhan (bukan nasib) melingkupi hidup kita masing-masing. Ketika Tuhan sudah berkata, “sakit”, maka sakitlah kita. Sampai batas tersebut saya sepakat dengan mereka. Namun ketika kehendak Tuhan disalahartikan sebagai nasib–sehingga kita menyerah dengan keadaan, saya yang semula sepakat bisa berbalik menentang. Ketika seseorang divonis mengidap sakit penyakit yang cukup berat, seperti diabetes, saya lebih sepakat menyebutnya sebagai kesalahan pribadi orang itu sendiri daripada kehendak Tuhan. Kecuali orang tersebut mengidap diabetes akibat turunan dari ayah/ibunya. Namun ada saja kejadian dimana seseorang sudah berusaha menjaga gaya hidupnya selalu sehat, tapi tetap mengidap penyakit tertentu yang cukup berat atau bahkan sangat berat. Ketika kasus tersebut yang terjadi, saya percaya Tuhan punya rancangan tertentu atas hidup orang itu.

Maka, diakhir tulisan saya kali ini, saya ingin mengingatkan bahwa tetap jagalah gaya hidup yang sehat! namun selalu berdoa minta pimpinan Tuhan agar kita bisa menjaga kesehatan dengan baik, dan minta belas kasihan Tuhan sehingga Dia memberikan kesehatan bagi kita. Ora et labora. Tuhan memberkati!

One thought on “Kehendak Tuhan Dalam Kesehatan Kita

  1. Yg benar, sakit adalah;
    Kesalahan manusia dlm menjalankan hukum Tuhan tntg makanan.
    Tiap makanan yg dimasak pd suhu 40*C, itu rusak olh api, ini kepastian dlm teori gizi, namun krn dokter takut bakteri, akhirnya berfatwa bhw makanan harus direbus.
    Api bs korelatif dg setan/neraka/pembawa sengsara/salah/dosa.
    Tuhan tlah beri petunjuk Kita melalui Kitab suci, brg siapa bs membaca n mengartikan dg benar, sesuai hukum alam yg tlah pasti, mk manusia takkan sakit.
    Kedengarannya mustahil, aneh, mendahului kehendak Tuhan.
    Kenyataannya, tlah saya praktekkan slama 7th, mampu utk nyembuhin sgala penyakit yg tdk sembuh dg kedokteran nsgala alternatif.
    Smoga kita smua bs dapet Kasih Tuhan dg maksimal, n tdk pernah mengatakan bhw Tuhan beri sakit dari keturunan, kecelakaan, bencana dst.
    Mari sehat bersama hukum Kasih Tuhan.
    Beno, 52th,08 5353 78 0909.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s