Diskusi Bersama Bapak-Bapak di Gereja: Tentang Hidup Sehat (Jaga Pola Makan atau Rutin Olahraga?)

Pagi ini terjadi diskusi yang menarik, bagi saya, antara bapak-bapak di gereja. Hal yang dibahas adalah kesehatan. Salah seorang bapak (sebut saja Ivan) membagikan cerita tentang almarhum ayahnya. Ayahanda dari Bp. Ivan meninggal dunia karena pecahnya pembuluh darah otak. Sebelum collapse, ayah dari Bp Ivan mengkonsumsi banyak makanan dari jeroan, yang akhirnya membuat beliau mengeluh pusing di kepala lalu tak sadarkan diri, hingga akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan pindah perawatan dari RS di Jombang ke Surabaya. Bp Ivan menduga bahwa makanan yang terakhir dikonsumsi oleh almarhum ayahnya itulah yang menyebabkan pecahnya pembuluh darah (sebelumnya pasti terjadi penyumbatan pembunuh darah, penulis).

Setelah bercerita, Bp Ivan menyimpulkan bahwa pola makan berpengaruh terhadap kondisi kesehatan seseorang. Kami yang mendengarkan kompak menyetujuinya, terutama saya. Kemudian ada yang menambahkan, olahraga. Dan terakhir saya juga menambahkan, yaitu istirahat yang cukup. Bp Ivan menyanggah pendapat tentang olahraga karena baru-baru ini anggota keluarga dari salah seorang anggota jemaat di gereja kami meninggal dunia. Menurut cerita, beliau rajin berolahraga setiap pagi namun akhirnya juga meninggal karena pecahnya pembuluh darah otak. Dari pengalaman itulah Bp Ivan kekeh dengan pendapatnya bahwa pola makan itu yang paling menentukan kesehatan seseorang.

Saya berusaha menjelaskan bahwa pola makan itu penting. Namun olahraga dan istirahat yang cukup juga penting. Sayangnya tadi saya hanya sempat menjelaskan ‘intro’-nya saja. Saya menjelaskan bahwa makan apapun boleh asal intensitas aktivitas atau olahraga yang kita lakukan tergolong tinggi (penjelasan saya tadi terpotong sampai di sana). Saya memperhatikan pengalaman dari saudara anggota jemaat gereja kami, olahraga yang tiap pagi dilakukan oleh beliau adalah jalan, dan untuk aktivitasnya sendiri adalah jaga toko. Bagi saya, jenis olahraga dan aktivitas yang beliau lakukan tergolong berintensitas rendah. Jadi, untuk kasus ini, pola makan yang benar sangat perlu diterapkan. Apalagi usianya termasuk lanjut (di atas 50 tahun), dimana metabolisme tubuh pasti mengalami penurunan, pola makan yang benar sangatlah penting. Lagipula, sedikit orang yang mampu menjalankan aktivitas dan olahraga dengan intensitas tinggi.

Bila berbicara tentang kesehatan (hidup sehat), ada tiga hal penting yang sejogjanya jalan beriringan, yaitu: pola makan, olahraga, dan istirahat yang cukup. Ketiga poin tadi merupakan soko guru dari hidup sehat. Ketika disebut soko guru maka satu sama lain saling menopang. Seperti pilar penyangga bangunan yang jika dilepaskan salah satu maka lambat laun bangunan tersebut ambruk juga.

Akhir kata, mari hidup sehat! dengan menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan istirahat yang cukup. Tuhan memberkati!

One thought on “Diskusi Bersama Bapak-Bapak di Gereja: Tentang Hidup Sehat (Jaga Pola Makan atau Rutin Olahraga?)

  1. Ping-balik: Kehendak Tuhan Dalam Kesehatan Kita « Pena Digital

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s