Jangan Terlalu Ketat Dietnya! (Salah Kaprah Pemahaman Berdiet)

Ketika tulisan ini dibuat saya sedang sakit maag, asam lambung saya sedang tinggi. Banyak yang berkomentar, “jangan terlalu ketat dietnya”. Dari sana saya berpikir, “apa hubungannya sakit maag dengan diet saya?” Saya pun berkesimpulan bahwa pemahaman diet orang-orang kebanyakan masih salah kaprah. Saya yakin mereka yang berkomentar “jangan terlalu ketat dietnya” itu memiliki pemahaman “diet = tidak makan”. Bagi saya, itu pemahaman yang salah.

Setiap harinya saya makan 5-6 kali, yang artinya 2-3 jam sekali saya pasti mengunyah makanan. Kalo demikian, bagaimana mungkin diet berakibat pada sakit maag? Ya, diet yang saya lakukan bukan diet = tidak makan, tapi diet = mengatur asupan kalori. Memang saya mengurangi konsumsi nasi putih, saya lebih memilih menggantinya dengan nasi merah atau oatmeal, dan menambah asupan sayur mayur dan buah-buahan, juga menambah porsi dari sumber protein dalam menu makan saya. Hal tersebut saya lakukan karena saya berusaha sebisa mungkin mengkonsumsi makanan dengan kalori rendah/sedang dan low-GI

Apa itu GI? GI adalah kepanjangan dari Glycemic Index. Glycemic index merupakan tingkat cepat/lambatnya makanan tertentu diserap oleh tubuh, dan dikonversi menjadi gula darah (untuk lebih jelasnya, silahkan mencari informasi tentang GI di buku-buku kesehatan, buku-buku diet, ataupun mencarinya secara online dengan bantuan search engine). Semakin tinggi GI, artinya semakin cepat suatu makanan diserap oleh tubuh, dan gula darah akan cepat meningkat, dengan demikian kita akan semakin cepat lapar. Sebaliknya, semakin rendah GI, semakin lambat suatu makanan diserap oleh tubuh, gula darah meningkat dengan lambat, dan rasa kenyang bisa terasa lebih lama. Karena itulah saya memilih berdiet dengan sebisa mungkin mengkonsumsi makanan dengan GI rendah (low-GI).

Bila saya berdiet dengan makan 5-6 kali sehari, lalu apa yang menyebabkan saya sakit maag? Nah! Itulah keteledoran saya, kemarin saya melewatkan sarapan dan snack pagi. Mungkin itu yang menyebabkan asam lambung saya meningkat dan akhirnya sakit maag. Kunci diet adalah disiplin, bukan disiplin tidak makan, tetapi disiplin untuk makan.

Sekian dulu tulisan dari saya. Terima kasih. Tuhan memberkati :)

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s