Sebuah Pertemuan yang Menginspirasi, yang Kita Impikan, dan Saya Rindukan

Malam ini sebuah pertemuan diadakan. Sebelum pertemuan itu berlangsung, awalnya saya tidak terlalu tertarik karena saya tidak banyak mendapatkan informasi tentang kepentingan pertemuan tersebut. Satu-satunya informasi adalah.. ingin mengadakan kerja sama, “kerja sama seperti apa?”, pikir saya ketika dihubungi oleh seseorang berinisial C. Ketika saya bertanya, “kerja sama apa?”, jawabnya hanya, “kita ketemuan saja.” Dalam benak saya penasaran, entah dapat disebut tertarik atau tidak, namun bila tidak tertarik kenapa penasaran? Ternyata benak saya pun mengalami ambivalensi, “penasaran namun tidak tertarik”, bagaimana mungkin? Ahh, itu tidak penting.

Malam ini sebuah pertemuan diadakan. Sebuah pertemuan yang direncanakan oleh seseorang berinisal C, dengan saya, dan seorang rekan sepelayanan lain. Sebuah pertemuan yang membuat benak saya mengalami ambivalensi, antara penasaran namun tidak tertarik. Namun setelah pertemuan tersebut diadakan, lebih tepatnya ketika pertemuan tersebut berlangsung, dia yang berinisial C dan beberapa rekan dari gereja lain mengungkapkan tujuan dari pertemuan tersebut. Mereka memimpikan adanya kesatuan pemuda Kristen di kota ini.

Benak saya melompat jauh. Sebuah kerinduan pun merebak. Ya, saya rindu kesatuan yang mereka impikan tersebut. Kita–para pemuda Kristen–memang harus bersatu. Untuk apa? Bagi saya, hanya satu, untuk berkarya dalam nama KRISTUS. Ya, menjadi garam dan terang dunia merupakan salah satu kerinduan saya, kerinduan yang sering dibarengi dengan tangisan. Menangis karena hingga saat ini saya belum mampu menggarami dan menerangi dunia. Sebuah misi yang juga disampaikan oleh Yesus, jadilah garam dan terang dunia.

Kini, perlahan DIA menunjukkan jalan yang rasanya akan menuju pada pelaksanaan misi tersebut. Sejujurnya, saya seorang diri tak cukup kuat untuk melakukan hal tersebut. Maka ketika ada sekelompok orang yang memiliki mimpi untuk mempersatukan pemuda Kristen di kota ini, saya pun ikut memimpikan hal yang sama. Namun lebih jauh dari mimpi tersebut, saya memiliki kerinduan, menjadikan pemuda Kristen di kota ini sebagai garam dan terang dunia (minimal di dalam kota).

Saya merasa bahwa kami (pemuda Kristen) perlu menunjukkan karya kami kepada dunia (kota ini), kami perlu membagikan kasih KRISTUS kepada sesama kami, tanpa memandang agama, tanpa memandang suku bangsa. Saya merasa bahwa kami perlu menjadi berkat bagi mereka yang membutuhkan, dan bagi saya motivasinya hanya karena kita bersaudara. Karena kita bersaudara, masakan antar saudara tidak saling peduli?

Semoga apa yang dibicarakan pada pertemuan malam ini dapat direalisasikan, bukan hanya dijadikan wacana, lalu hilang. Terima kasih kawan, sungguh sebuah pertemuan yang menginspirasi, yang kita impikan, dan saya rindukan. Tuhan memberkati :)

2 thoughts on “Sebuah Pertemuan yang Menginspirasi, yang Kita Impikan, dan Saya Rindukan

  1. …but, tetap berpikir kritis Ko tentang makna kebersatuan itu, tidak hanya sekedar bersatu demi sebuah pemuasan emosi, perlu sebuah kekritisan untuk mematangkan sebuah kebersatuan karena ada banyak proses yang harus dilalui dan kadang sulit ditebak, sakit, dan penuh tantangan, aku sudah dan sedang mengalami sampai aku (harus) mencoba menarik diriku sendiri sebagai “protes” atas kebersatuan yang tengah berlangsung di dalam konteksku…

    SEMANGAT yang kontinyu adalah sebuah kunci yang harus terus dipegang Ko, SELAMAT BERPROSES ya.. Gbu :)

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s