Jadilah Garam dan Terang Dunia!

Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. (Matius 5:13-16)

Saya percaya banyak di antara sobat sekalian yang sudah sering membaca dan mendengarkan penggalan Firman Tuhan tersebut. Ya, Matius 5:14-16 mempunyai perikop yang berjudul, “Garam dan Terang Dunia”. Lalu, apakah kalian paham maksud dibalik ungkapan tersebut? Terlebih lagi, apakah dalam kehidupan sehari-hari kalian melakukan Firman Tuhan tersebut? Sekali lagi, saya percaya banyak di antara kalian memahami apa itu menjadi garam dan terang dunia, namun saya tidak terlalu yakin banyak di antara kalian melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Benarkah dugaan saya? Saya sangat berharap jawabannya “salah”. Namun bila jawabannya “benar”, mari kita bersama merenungkan pentingnya menjadi garam dan terang dunia.

Baiklah! Sebelumnya mari kita samakan persepsi tentang menjadi garam dan terang dunia. Tahukah kalian kegunaan garam?

Tepat! Dalam kehidupan sehari-hari, garam digunakan untuk mengasinkan masakan. Pernahkah kalian memperhatikan ibu kalian memasak? Atau mungkin ketika kalian sendiri yang memasak. Garam tidak pernah dimasukkan ke dalam masakan dengan kadar yang banyak, bukan? Setengah sendok teh garam mampu mengasinkan satu panci sup hangat untuk di konsumsi bersama keluarga. Nah! Bisa kita lihat, sedikit garam mampu mengasinkan sebuah masakan.

Setelah kita menyamakan persepsi mengenai kegunaan garam, sekarang kita samakan persepsi tentang terang. Dapatkah kalian sebutkan, hal-hal apa saja yang bisa memancarkan terang? Benar! Bila kita mendongak ke langit pada siang hari, kita akan menemukan matahari yang memancarkan terang. Juga lilin, sekecil apapun lilin, bila diletakkan dalam ruang yang gelap, sedikit banyak lilin tersebut mampu menerangi sekelilingnya. Dengan adanya terang, banyak hal yang bisa dilakukan mahluk hidup, utamanya manusia. Coba bayangkan bila suatu saat matahari berhenti memancarkan terang, apa yang terjadi? Ya, seluruh kehidupan di muka bumi bisa saja ikut berhenti, mati. Artinya, terang adalah salah satu hal penting yang dibutuhkan oleh manusia dan organisme lain untuk menunjang kehidupannya.

Oke! Setelah kita menyamakan persepsi mengenai garam dan terang, sekarang kita coba merenungkan pentingnya menjadi garam dan terang dunia. Menjadi garam dunia berarti memberikan pengaruh atas kehidupan, menjadi teladan. Apa kaitannya? Kita kembali pada ilustrasi bagaimana sedikit garam mampu mengasinkan satu panci sup. Bukankah garam tersebut mempengaruhi rasa sup di dalam panci? Demikian halnya dengan kita, diharapkan kita mampu memberikan pengaruh atas kehidupan, mampu menjadi teladan, minimal atas kehidupan di sekitar kita, misalnya di dalam keluarga, atau di dalam relasi pertemanan. Pengaruh (teladan) seperti apa? Hendaknya seperti yang tertulis dalam Firman Tuhan, yang seharusnya kita baca, kita renungkan, dan kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Lalu, apa yang terjadi bila kita tidak lagi mampu memberikan pengaruh atas kehidupan, kita tidak lagi mampu menjadi teladan? Saya tidak akan banyak menjelaskan karena segala sesuatunya telah dijelaskan dalam Firman Tuhan. Seperti yang tertulis dalam Matius 5:13b, “Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.”

Sedangkan menjadi terang dunia berarti menjadi berguna bagi kehidupan. Apa maksudnya? Sekali lagi kita harus kembali pada ilustrasi, kali ini tentang bagaimana terang matahari berguna bagi kelangsungan hidup organisme. Tanpa adanya terang matahari, maka matilah kehidupan. Demikian halnya dengan kita, diharapkan mampu menjadi berguna bagi kehidupan. Bagaimana caranya? Paling mudah adalah dengan membagikan kasih kepada sesama. Bukankah kasih itulah yang Yesus ajarkan kepada kita, umat Kristen? Ingat Matius 22:39, “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Jadi benarlah bahwa menjadi terang dunia berarti membawa kasih Kristus ke dalam dunia, dan membagikannya kepada sesama manusia.

Lalu, apa pentingnya menjadi garam dan terang dunia bagi kita, umat Kristen? Jawabannya jelas tertulis pada Matius 5:16, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Bila dibahasakan secara sederhana, ayat tersebut dapat berbunyi demikian, “hendaknya kamu memberikan teladan kepada dunia dengan membagikan kasih Kristus kepada sesama manusia, supaya mereka yang melihat perbuatanmu memuliakan Bapamu di sorga.” Pada ayat tersebut terkandung misi, dengan menjadi garam dan terang dunia, umat Kristen akan dikenal sebagai umat yang bisa berbaur dengan carut marut dunia namun tidak kehilangan inti ajarannya, yaitu kasih. Di mana misi tersebut akan menuju pada sebuah visi, yaitu memuliakan nama Bapa kita. Jadilah garam dan terang dunia, supaya nama Bapamu yang di sorga dipermuliakan. Tuhan memberkati. (AA)

NB: tulisan ini akan diterbitkan dalam Koran KoPeR (Komisi Pemuda Remaja) GKI Jombang edisi April 2011

Tulisan terkait: Suplementasi tentang Menjadi Garam dan Terang Dunia

7 thoughts on “Jadilah Garam dan Terang Dunia!

  1. Syalom, saya siswa kls 2 smp. Biasanya setiap sabtu, sekolah selalu mengadakan tadarus bersama bagi umat islam dan pendalaman injil bagi yang non. Hari ini saya dapat tugas membaca alkitab beserta pengertiannya, kebetulan saya menemukan blog ini, dan memang saya men-target kan “garam dunia dan terang dunia” untuk saya jelaskan di depan teman2 dan bpk/ibu guru di sekolah nanti.
    Saya hanya ingin berterimakasih untuk penjelasan dari bacaan tersebut. Sangat berguna bagi saya :)
    Tuhan yesus memberkati~

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s