Finally (Officially) Sarjana

From August, 2005 to August, 2010. Gak perlu orang pinter buat ngitung berapa taon yang dibutuhin antara 2005 sampe 2010. Anak bau kencur bahkan nenek-nenek pikun pun tau kalo hasilnya adalah lima taon. Lalu, apa artinya lima taon itu? Lima taon adalah waktu yang aku butuhin buat nyelesaian studi S1-ku. Bagi kamu-kamu yang pernah/sedang mengenyam bangku perguruan tinggi, tentunya kamu tau makna lulus kuliah dalam waktu lima taon. Yak! Itu artinya lewat batas studi normal di perguruan tinggi, alias LULUSNYA MOLOR. Aku yakin banyak orang gak akan bangga kalo lulus kuliah molor, malah mungkin bisa jadi indikator bahwa orang tersebut “bego”. Meskipun indikator itu gak bener, tapi masyarakat awam pasti nganggep begitu. Aku sendiri gak setuju kalo mereka-mereka yang lulus kuliahnya molor dianggep “bego”. Menurutku mereka bukan “bego” tapi menganut asas “alon-alon asal kelakon”. Yah! Minimal itu cara aku ngeles kalo dikatain orang lain “bego” gara-gara lulusnya molor. “Alon-alon asal kelakon”. Hahaha :D

Faktanya, aku kuliah selama lima taon. Kalo ada yang bilang kuliah lima taon itu gak kerasa, mungkin orang itu banyak bolosnya daripada kuliah. Dengan lantang aku katakan, “kuliah lima taon itu kerasa banget”. Gimana gak kerasa, tiap semester pasti hectic ngerasain banyaknya tugas dan bahan ujian akhir. Belum lagi dag dig dug menanti KHS, akankah besar atau kecil.. inilah jawabnya.. que sera.. sera, whatever will be.. will be *Loh?!* Tapi bener juga. Meskipun cuplikan baris lagu itu diambil secara iseng dan niatnya plesetan, pernyataan terakhir itu bener adanya, “whatever will be.. will be”. Pada akhirnya aku pun pasrah-pasrah aja dengan hasil KHS-nya, bagus ya Puji Tuhan, jelek ya yang penting lulus, ngulang ya kebangeten! Hahaha :D

Jatuh bangunku selama lima taon itu hanya ditentuin oleh lulus/tidaknya sidang skripsiku. Dan langkah yang aku ambil untuk sampai pada titik akhir itu lebih gak mudah daripada tugas-tugas kuliah dan ujian akhir semester. Tiga semester Bo’ yang aku butuhin buat kelarin skripsiku. Bayangkan! Apa aja yang aku lakuin selama tiga semester itu?! Tentunya sibuk ngubek-ngubek bab 1 sampe 3, sibuk wawancara sana sini buat memperkaya data, plus mumet bikin analisa dan pembahasan. Tapi sayang semuanya ngapusi tok. Hahaha :D

Rincian tiga semester itu antara lain: Satu semester dianggurin buat ngurus organisasi kemahasiswaan yang pada akhirnya malah berantakan selepas tak pimpin *Ops!* Satu semester lagi dibuat menyusun kembali kerangka berpikir yang sebelumnya tersebar entah kemana. Dan satu semester terakhir baru bener-bener fokus garap skripsinya, setelah banyak desakan dari sana sini situ untuk SEGERA kelarin kuliahku karena.. saldo yang anda miliki tidak cukup untuk melakukan panggilan ini. *Loh!?*

Selama dua semester itu kualami jatuh bangun sampe kebanting-banting buat memperjuangkan persetujuan dari pembimbing biar skirpsiku ini dilayakkan untuk ikut sidang. Bolak-balik ganti latar belakang masalah dan analisa. Apalagi (sialnya) topik dan paradigma yang aku pake di skripsiku ini berbobot. Yah! Sedikit bocoran aja, topiknya adalah tentang opresi budaya patriarki, paradigmanya kritikal, dan judulnya (hasil revisi setelah ujian) adalah “Potret Tubuh Laki-Laki Yang Teropresi Oleh Budaya Patriarki”. Mbobot, bukan?!! Akhirnya, setelah masa dua semester yang dilewati dengan jatuh bangun tadi, skripsiku di-acc (dengan terpaksa) juga sama pembimbing. Dan dengan nekat aku ngikuti sidang skripsi yang berakhir dengan hasil yang.. yang penting cukup lah buat dinyatakan lulus. Hehehe :P

Meskipun sidang skripsinya kelar, jatuh bangun masih aku alami pas ngerevisi hasil sidang skripsi. Hectic. Kata itu cocok untuk merepresentasikan keadaanku waktu itu. Hmm. Mungkin frase “Jadi Gila” yang lebih cocok. Karena memang aku bener-bener ngerasa hampir gila gara-gara revisian yang se-ambreg. Belum lagi nurutin tuntutan penguji yang tingginya amit-amit. Padahal mahasiswanya ini bisa dibilang punya kapasitas otak yang nge-pas.. nge-pas rata-rata bawah. Apa dia gak liat apa ya kalo hobiku itu duduk dipojokan sambil ngoceh-ngoceh sendiri sama tembok *Horor!* Hahaha :D

Setelah semua masa itu, finally.. pada Senin, 30 Agustus 2010 jam 09.00 WIB, terbit juga Surat Keputusan Lulus yang secara sah ditandatangani oleh dekan yang bersangkutan. Dan officially.. aku sarjana.. EMAK!!! anakmu ini akhirnya jadi sarjana juga *cengar-cengir* Sekian.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s