5 Januari 2009

Hari semakin pagi, tak terasa sudah 4 jam aku terjaga sejak aku bangun dari tidur pada pukul 22.00 WIB. Entah pikiran mana yang membuatku susah untuk tidur kembali, banyak hal yang melintas dalam pikiran sampai aku sendiri bingung pikiran mana yang harus aku pikirkan terlebih dahulu. Pikiran-pikiran tersebut berupa ide-ide, masalah-masalah, rencana-rencana, dan hal lain yang berkaitan denganku, tentu semua tentang aku.

Baru saja terlintas sebuah perkataan dari seorang kawan, kurang lebih seperti ini, “sudah Di, jangan terlalu banyak dipikir, lakukan saja!”. Agaknya perkataan kawan tersebut ada benarnya. Aku terlalu banyak berpikir, terlalu banyak hal yang dipikirkan dan terlalu lama memikirkannya. Dalam beberapa kasus aku membenarkan hal itu, aku hanya berpikir tanpa pernah bertindak untuk mewujudkan pikiran tersebut. Aku terlalu sering berencana tanpa pernah ada yang terealisasikan. Misalnya saja ketika tahun lalu aku berencana untuk memulai olahraga kembali, aku telah memilih olahraga apa yang akan aku lakukan dan menyusun jadwal pelaksanaan. Setahun kemudian hasilnya nihil, aku tak pernah melakukan rencana-rencana tersebut, dan ada beragam alasan dibaliknya, salah satunya karena kesibukan lain yang tak dapat ditunda. Yah, itulah salah satu buah pikiranku yang tak pernah terealisasikan. Bahkan karena terlalu banyak berpikir aku telah membuang banyak kesempatan untuk mengembangkan diri. Salah satunya, aku melewatkan kesempatan menjadi asisten dosen. Karena terlalu banyak memikirkan ketakutanku jika mengambil tawaran tersebut, akhirnya kesempatan tersebut lewat. Dan saat ini aku sedikit menyesali hal tersebut, jika kala itu aku mengambil tawaran tersebut mungkin aku bisa menjadi manusia yang lebih baik. paling tidak aku memperoleh pengalaman membimbing mahasiswa lain dalam memahami sebuah mata kuliah. Namun semua hal di atas sudah lewat, aku tak seharusnya terkungkung dalam pikiran akan penyesalan, aku seharusnya tetap menjalani hidup ini dengan mengambil pelajaran dari pengalaman-pengalaman di atas, aku tak boleh banyak berpikir, lakukanlah saja!

Terlintas kembali perkataan dari seorang kawan lain, yang mengungkapkan bahwa “bahasa itu miskin”. Kata-kata tersebut tak hanya mengandung makna bahwa bahasa itu kurang mampu mengekspresikan pikiran dan perasaan orang lain, namun ada satu hal lagi yang ingin disampaikan oleh ungkapan tersebut bahwa jangan terlalu banyak berbicara (juga berpikir), yang perlu kamu lakukan adalah bertindak, karena apa yang kamu bicarakan (pikirkan) adalah omong kosong jika kamu tak mampu mewujudkannya. Sekali lagi aku setuju dengan ungkapan kawan tersebut. Dalam era yang penuh dengan krisis, saat ini kita memerlukan realisasi janji-janji yang menyatakan mampu mengeluarkan kita dari era yang penuh dengan krisis ini, terungkap dalam sebuah kalimat yang pernah dan sering saya dengar ketika menonton televisi, “kita butuh bukti bukan janji”. Manusia sekarang menuntut wujud konkrit dari segala hal, tak hanya buah pikir semata, tak hanya bahan diskusi semata, tak hanya rancangan semata, tak hanya janji-janji semata. Jika direfleksikan dalam hidup pribadiku sehari-hari, ungkapan tersebut dapat berarti yang sama dengan perkataan kawanku yang pertama, “jangan terlalu banyak berpikir (berbahasa), lakukan saja! karena pikiran-pikiran tersebut hanya sebuah pikiran (miskin) tanpa kamu realisasikan.”

Mulai pagi ini aku bertekad untuk tidak terlalu banyak berpikir, bukan tidak berpikir sama sekali hanya mengurangi faktor-faktor yang tidak penting dalam proses berpikir tersebut, dan merealisasikan beberapa buah pikir yang ada sebelum ini, biarlah bahasa ini tidak lagi disebut miskin.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s