RSS

Sejarah Blogging Saya: Dari Iseng Menjadi Passion

Tulisan ini dapat dikatakan lanjutan atau malah edisi sebelum tulisan sebelumnya (ahh, terlalu bertele-tele, LOL). Jadi, pada tulisan kali ini saya akan menceritakan sebuah sejarah. Sejarah tentang awal mula kegiatan blogging yang saya lakukan ini. Bagi saya, ini penting untuk disampaikan agar kita bisa sama-sama belajar bahwa sebuah passion dapat dimulai dari satu titik sederhana, berupa keisengan.

Kalau saya tidak salah mengingat, saya mulai melakukan aktivitas blogging ini pada tahun 2006. Pada waktu itu, saya membuat blog untuk pertama kalinya di Friendster–salah satu media sosial yang pernah booming sebelum Facebook & Twitter. Tulisan yang saya buat masih seputar Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by pada Minggu, 18 Maret 2012 in everyday life

 

Darimana Sumber Ide Tulisan-Tulisan Saya? Secret Revealed!

Beberapa kawan saya heran, bagaimana bisa saya membuat tulisan hampir tiap hari? Kalau mereka heran, saya pun juga heran, LOL. Tapi itu jawaban serius. Saya betul-betul heran karena saya sendiri juga mendapatkan ide-ide tersebut secara tiba-tiba. Ya, setiap ide (bahan) yang mendasari tulisan saya tersebut, saya dapatkan secara tiba-tiba melalui penangkapan inderawi yang saya miliki. Melalui hasil observasi, hasil bincang-bincang, hasil mendengarkan, dan lain sebagainya.

Pertanyaan selanjutnya adalah.. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by pada Minggu, 18 Maret 2012 in everyday life, information, thought / ideas

 

Refleksi: Pengalaman Pertama Dijadikan Pelayan Tuhan

Hari ini, di GKI Jombang, berlangsung dua peneguhan pada kebaktian minggu. Kebaktian pagi, ada peneguhan penatua periode 2012-2015. Sedangkan pada kebaktian sore, ada peneguhan pengurus Komisi Remaja periode 2012-2015. Keduanya punya makna bagi saya. Namun peneguhan sebagai pengurus Komisi Remaja memiliki makna tersendiri. Di Komisi remaja inilah untuk pertama kalinya saya berkarya dalam jalan Kristus.

Tahun 2003. Ya, kalau saya tidak salah mengingat di tahun itulah untuk pertama kalinya saya mendapatkan tawaran menjadi pengurus Komisi Remaja. Saya tidak begitu mengingat tahun berapa saya diangkat, saya hanya mengingat waktu itu saya duduk di bangku SMA, peralihan kelas 1 ke kelas 2. Masalah waktu itu tidak begitu penting untuk kita bahas, karena bagi saya yang terpenting adalah pengalamannya, bukan bilamananya. Right? Baiklah, kembali lagi. Pada waktu itu, Ko Fendrik–beliau adalah salah satu senior saya–menanyakan: “apakah kamu mau jadi pengurus KPR (pada waktu itu disebut demikian, kepanjangan dari Komisi Pemuda Remaja)?” Saya sangat terkejut Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by pada Minggu, 18 Maret 2012 in everyday life, thought / ideas

 

Keluar Dari Zona Nyaman, Why Not?

Sore tadi saya memberikan komentar atas tulisan kawan saya di Twitter.

Ya, kami sedang membicarakan tentang zona nyaman. FYI, zona nyaman merupakan sebuah keadaan dimana kita merasa bahwa kita sudah berada pada kondisi yang ideal. Kebanyakan dari kita (ketika berada pada zona nyaman) tidak ingin beranjak lagi dari zona nyaman tersebut. Ketika kita Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by pada Jumat, 16 Maret 2012 in everyday life, thought / ideas

 

Cari Kehendak Tuhan Dengan Berdoa, thok?

Beberapa waktu lalu (13/03) saya membaca tulisan dari seorang kawan di Twitter.

Kemudian saya pun berusaha meresponi, dan terjadilah percakapan singkat di antara kami.

Ya, sejujurnya saya merasa kasihan kepada orang-orang yang menganggap kehendak Tuhan itu hanya bisa didapatkan ketika mereka berdoa. Padahal, menurut saya, Tuhan memberikan akal budi kepada manusia agar kita bisa memahami kehendak Tuhan melaluinya. Memang tidak salah bila kita mencari kehendak Tuhan melalui doa-doa yang kita panjatkan. Namun menjadi kurang tepat apabila Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by pada Kamis, 15 Maret 2012 in everyday life, thought / ideas

 

Makin Sering Ibadah, Makin Spiritual?

Tulisan kali ini terinspirasi dari kejadian yang baru saja saya alami. Di toko sedang ada pembeli yang tawar menawar dengan saya dan mama. Ketika hendak closing, papa mengambil alih, dan seketika pembelinya membatalkan dulu transaksinya. Entah setan apa yang merasuki papa (padahal beliau juga baru saja pulang dari gereja), beliau ngamuk ke kami (saya dan mama). Bahkan sampai tulisan ini dibuat, tingkat agresivitas papa “tinggi”. Beliau membanting pintu, meletakkan piring dan gelas dengan keras, dan sebagainya.

Lalu, kaitannya dengan judul tulisan ini, apa? Kalau boleh saya bersaksi, papa termasuk orang yang rajin ke gereja, rajin berdoa, dan rajin baca Firman Tuhan. Siapa yang tidak senang melihat orang yang kekasih bisa nampak spiritual seperti itu? Ya, semua orang pasti senang, saya pun juga senang. Sayangnya itu seringkali nampaknya saja spiritual, sedangkan dalam hidup keseharian? Sama saja seperti manusia yang tidak mengenal Tuhan (hmm.. padahal yang tidak ber-Tuhan saja bisa lebih baik lho).

Saya minta maaf jika tulisan saya kali ini menyinggung anda sekalian yang juga nampaknya spiritual tapi dalam hidup keseharian sama sekali tidak spiritual. Anda yang setiap hari seolah-olah berjumpa dengan Tuhan dalam doa, rajin membaca Firman Tuhan, bahkan ketat dalam melakukan ritual-ritual lainnya. Namun dalam hidup keseharian, anda suka melampiaskan kemarahan seperti kesetanan, anda gemar memaki-maki orang lain, anda menggunjingkan orang lain di belakangnya, dan lain sebagainya. Layakkah anda disebut memiliki spiritualitas?

Sekian tulisan saya, Tuhan memberkati!

 
2 Comments

Posted by pada Kamis, 15 Maret 2012 in everyday life, thought / ideas

 

Berdoalah! Namun Jangan Mencobai Tuhanmu

Kali ini saya mendapat inspirasi menarik selepas meninggalnya Pdt. Henoch Kusuma–beliau dikenal sebagai pendeta Gereja Bethany Jombang. Saya tidak mengenal Pdt. Henoch Kusuma namun saya mengetahui banyak cerita tentang beliau. Dan salah satu cerita itulah yang menjadi inspirasi dalam tulisan saya kali ini.

Hmm~ ketika akan menulisnya, ada keraguan dan ketakutan. Ragu, apakah cerita tersebut benar atau salah. Dan takut, bila ada pihak-pihak yang pada akhirnya mencaci maki ketika nyatanya cerita tersebut salah. Jadi, dengan segenap hati saya ingin memohon maaf dulu bila ada kekeliruan. Namun demikian tujuan dari tulisan ini adalah baik, untuk membantu kita sekalian agar bisa hidup sehat secara benar.

Pdt. Henoch, beliau meninggal karena kanker yang diidapnya, kabarnya cukup parah. Beberapa kali beliau sempat berobat ke luar negeri, melakukan pemeriksaan kesehatan dan kemoterapi. Saya sendiri sering mendengar kesaksian beliau Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by pada Rabu, 14 Maret 2012 in thought / ideas

 

Pentingnya Snack Dalam Pola Makan Sehat

Ketika kita mulai menjalani gaya hidup sehat, dalam perjalanannya pasti ada saja keluhan yang kita lontarkan. Salah satu contoh yang paling sering muncul adalah.. ”saya jadi gampang laper”. Ya, memang sebagian besar orang yang menjalani gaya hidup sehat akan mengalaminya. Menurut pengalaman saya, dan menurut beberapa praktisi, kita memang akan merasa lapar dua-tiga jam setelah makan besar terakhir. Hal tersebut wajar karena itu berarti metabolisme tubuh kita dalam kondisi baik.

Jika kita lapar setelah dua-tiga jam makan besar terakhir, makanlah kembali karena itu merupakan sinyal bahwa tubuh kita sedang membutuhkan nutrisi. Namun cobalah minum segelas air mineral terlebih dahulu, karena lapar yang kita rasakan bisa saja merupakan sinyal bahwa tubuh kita butuh hidrasi. Apabila kita sudah minum, tapi kita masih merasa lapar, maka makanlah. Namun demikian Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by pada Senin, 12 Maret 2012 in information

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.