Tulisan kali ini terinspirasi dari kejadian yang baru saja saya alami. Di toko sedang ada pembeli yang tawar menawar dengan saya dan mama. Ketika hendak closing, papa mengambil alih, dan seketika pembelinya membatalkan dulu transaksinya. Entah setan apa yang merasuki papa (padahal beliau juga baru saja pulang dari gereja), beliau ngamuk ke kami (saya dan mama). Bahkan sampai tulisan ini dibuat, tingkat agresivitas papa “tinggi”. Beliau membanting pintu, meletakkan piring dan gelas dengan keras, dan sebagainya.
Lalu, kaitannya dengan judul tulisan ini, apa? Kalau boleh saya bersaksi, papa termasuk orang yang rajin ke gereja, rajin berdoa, dan rajin baca Firman Tuhan. Siapa yang tidak senang melihat orang yang kekasih bisa nampak spiritual seperti itu? Ya, semua orang pasti senang, saya pun juga senang. Sayangnya itu seringkali nampaknya saja spiritual, sedangkan dalam hidup keseharian? Sama saja seperti manusia yang tidak mengenal Tuhan (hmm.. padahal yang tidak ber-Tuhan saja bisa lebih baik lho).
Saya minta maaf jika tulisan saya kali ini menyinggung anda sekalian yang juga nampaknya spiritual tapi dalam hidup keseharian sama sekali tidak spiritual. Anda yang setiap hari seolah-olah berjumpa dengan Tuhan dalam doa, rajin membaca Firman Tuhan, bahkan ketat dalam melakukan ritual-ritual lainnya. Namun dalam hidup keseharian, anda suka melampiaskan kemarahan seperti kesetanan, anda gemar memaki-maki orang lain, anda menggunjingkan orang lain di belakangnya, dan lain sebagainya. Layakkah anda disebut memiliki spiritualitas?
Sekian tulisan saya, Tuhan memberkati!